Kisah Nabi Muhammad Yang Menolong Orang Yang Teraniaya

Sebagai umat muslim, kita dilarang untuk berbuat aniaya atau dzalim kepada orang lain. karena seperti kita ketahui, bahwa doa orang yang teraniaya pasti dikabulkan Allah. bahkan ada sebuah kisah mengenai Nabi Muhammad yang menolong orang teraniaya, walaupun orang yang ditolongnya bukan beragama islam.

Dikisahkan dari Bilal, dia mengatakan bahwa, “Kami pernah bersama Rasulullah saw di rumah Abu Bakar di Mekah. Diketuklah pintu dari luar, aku keluar dan ternyata seorang laki-laki Nashrani. Dia bertanya, ‘Adakah Muhammad bin Abdullah disini?’ maka aku menyuruh masuk.

Berkatalah dia, ‘Hai Muhammad, engkau mengira bahawa dirimu adalah Rasul Allah. jika memang benar engkau Rasul Allah dengan haq, tolonglah aku menghadapi orang yang berbuat dzalim kepadaku.’

Nabi Muhammad bersabda, ‘Siapakah orang yang telah berbuat dzalim kepadamu?’ dia menjawab, ‘Abu Jabal bin Hisyam, dia telah mengambil hartaku.’

Berdirilah Nabi Muhammad, sedang pada waktu itu adalah tengah hari. Maka orang yang hadir berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Jahal sedang tidur qailulah (istirahat siang). Tentu hal itu kan terasa berat baginya dan kami mengkhawatirkan kalau dia marah kepadamu dan menyakitimu.’

Tetapi beliau tidak mau memperhatikan kata-kata kami. Pergilah beliua kepada Abu Jahal dan beliau mengetuk pintu pada Abu Jahal dengan marh. Maka keluarlah Abu Jahal dengan marah pula. Ternyata yang datang adalah Rasulullah yang sedang berdiri. Berkatalah dia, ‘Masuklha, hendaklah engkau mengutus seorang utusan kepadaku, tentu aku akan datang kepadamu.’

Nabi Muhammad bersabda, ‘Engkau telah merampas harta orang Nashrani ini, kembalikanla harta itu kepadanya.’ Abu Jahal menjawab, ‘Apakah untuk keperluan ini engkau datang? Seandainya engkau mengutus seseorang kepadaku tentu akupun akan mengembalikannya.’

Nabi Muhammad bersabda, ‘Janganlah engkau panjang lebar, tetapi kembalikanlah hartanya kepadanya.’ Berkatalah Abu Jahal kepada pelayannya, ‘Keluarkanlah apa yang telah aku ambil dari Nashrani ini dan kembalikanlah kepadanya.’

Nabi Muhammad bertanya kepada Nashrani, ‘Hai laki-laki, apakah telah sampai kepadamu seluruh hartamu?’ nashrani berkata, ‘Ya, kecuali sebuah keranjang.’ Nabi Muhammad berkata kepada Abu Jahal, ‘Keluarkanlah keranjang itu.’ Abu Jahal lalu mencarinya ke dalam rumahnya tetapi dia tidak menemukannya. Lalu Abu Jahal menyerahkan keranjang yang lebih bagus sebagai gantinya.

Istri Abu Jahal berkata, ‘Demi Allah, engkau benar-benar telah merendahkan diri kepada anak yatim Abu Thalin dengan sepenuh kerendahan dan kehinaan.’ Berkatalah Abu Jahal, ‘Seandainya engkau melihat apa yang aku lihat tentu engkau tidak berkata demikian.’ Istrinya bertanya, ‘Apa yang engkau lihat?’ Abu Jahal menjawab, ‘Jangan engkau cemarkan aku dei hadapan kaumku. Aku melihat di atas kedua pundaknya ada dua ekor srigala, setiap aku mengatakan tidak akan aku serahkan, kedaunya hampir menerkamku, karena itulah aku merendahkan diri.’

Bilal berkata, “setelah Nashrani itu melihat apayang telah dilihatnya mengenai sikap Abu Jahal, berkatalah dia, ‘Hai Muhammad, sesungguhnya engkau adalah Rasulullah dan agamamu adalah agama yang benar.’ Masuklah dia ke dalam agama islam berkat menolong orang yang dianiaya.

 

Sumber: Durrotun Nasihin