Kelebihan Yang Diberikan Allah Kepada Para Wali

Antalladzii asyraqtal anwara fii quluubi au liyaaa ika hattaa ‘arafuuka wawahhiduuka wa antalladzii azaltal aghyaara min quluubi ahbaabika hattaa laa yuhibbuu siwaka walam yaljiuu ilaa ghairika antal mu’nisu lahum au hasytahum al ‘awalihim.

Allah adalah yang dzat yang menerangi cahaya-cahaya di hatinya kekasih-kekasih-Nya. Sehingga pada berma’rifat kepada-Nya dan bertauhid kepada-Nya. Dan sebenar-benarnya Allah adalah dzat yang sudah menghilangkan macam-macam aghyar (gambaran keindahan alam) di dalam hatinya kekasih-Nya. Sehingga tidak mencintai kekasih Allah ini kepada selain Allah, dan tidak mengungsi kepada selain Allah. Allah lah yang memberikan ketenteraman hati kepada kekasih-Nya, sehingga keindahan alam jauh dari hatinya kekasih-Nya. Allah adalah dzat yang menunjukkan kepada kekasih-Nya, sehingga dhahir (nyata) kepada kekasih-Nya ciri-cirinya kebenaran.

Diatas diterangkan tentang sifatnya para wali, yang hatinya sudah dipenuhu dengan cahaya-cahaya. Sehingga bisa ma’rifat kepada Allah swt, dan hatinya dibersihkan dari keindahan alam, dan tidak menghalangi rasa cintanya kepada Allah.

Wali itu diberi ketenteraman hati oleh Allah, dengan rasa cintanya kepada Allah. Mereka juga diberi petunjuk sehingga bisa melihat ciri-cirinya kebenaran.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa para wali itu diberi kelebihan apabila dibandingkan dengan manusia yang lainnya. Mereka dalam hidupnya selalu lebih mengutamakan Allah dalam setiap hembusan nafas dan perbuatannya. Sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.