Bagaimana Sikap Kita Bila Dipuji Orang Lain

Perbedaan mukmin ahli tapa’ dan ahli ma’rifat yang pangkatnya sudah tinggi. Mukmin sempurna yang ahli tapa’ hanya mengharapkan pujian dari Allah swt. Bila dia dipuji oleh orang lain (makhluk), dirinya sering merasa malu dan hatinya bingung serta khawatir dirinya tidak dipuji oleh Allah, dan juga takut tertipu dengan pujian makhluk. Yang menjadikan dirinya bingung (ahli tapa’) karena pujian itu datangnya dari makhluk.

Sedangkan ahli ma’rifat, orang yang manteng hatinya ke Allah serta wushul kepada-Nya, yang sering memperhatikan takdirnya Allah. Apabila mendapatkan pujian dari manusia (makhluk), maka terlihat adanya pujian itu dari Allah, dzat yang memiliki segala sifat kesempurnaan. Maksudnya dimana-mana dipuji oleh sesama manusia, maka pujian itu dianggap datang dari Allah, yaitu Allah akan memuji dengan melalui lisannya manusia.

Sebab menurut keyakinan ahli ma’rifat, manusia itu tidak akan dapat mengeluarkan pujian kecuali apabila dikehendaki oleh Allah. Jadi ketika dirinya dipuji, dia tidak bingung tetapi malah senang dan diam. Sebab dirinya menyatakan bahwa Allah lah yang menghendaki, serta mengetahui tentang haqiqatnya pujian itu adalah milik Allah.

Ahli tapa’ yang pangkatnya masih rendah, dimana-mana dirinya dipuji oleh sesama manusia sering merasa khawatir, yaitu disebabkan karena penglihatannya banyak dipakai untuk memperhatikan makhluk.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus empat puluh tiga)