Inilah 7 Golongan Orang Yang Mati Syahid

Rasulullah saw bersabda: Orang-orang yang mati syahid itu ada tujuh, selain dari yang meninggal atau dibunuh dalam perang sabilillah (perang untuk menegakkan agama Allah).

Yang pertama adalah orang yang sakit perut, artinya seseorang yang meninggal karena penyakit yang ada di dalam perut, seperti busung/mencret.

Yang kedua adalah orang yang mati karena tenggelam, dia termasuk mati syahid.

Yang ketiga adalah orang yang sakit pinggang, yaitu bengkak yang panas yang sering datang di dalam perut ke tulang-tulang iga.

Yang keempat adalah orang yang terkena tha’un, yaitu orang yang mati di musim tha’un, dia mati syahid.

Yang kelimanya adalah orang yang mati terbakar, yaitu orang yang terbakar api kemudian dia mati, maka matinya tersebut tergolong syahid.

Yang keenam adalah orang yang mati tertimpa longsor.

Orang yang mati tertimpa reruntuhan (longsor) dan yang mati tenggelam, yaitu dimana-mana tidak bisa lari/kabur dengan badannya orang tersebut, serta tidak mengindahkan larangan (tidak menuruti larangan), sehingga dua-duanya tertimpa musibah, maka kedua golongan ini termasuk orang durhaka.

Dan yang ketujuh adalah perempuan yang meninggal karena melahirkan.

Serta tersisa dari berbagai golongan yang mati syahid di atas (yang tujuh):

  • Yang mempunyai penyakit paru-paru
  • Orang yang mengembara.
  • Orang yang mempunyai penyakit panas dingin.
  • Orang yang disengat/digigit langgir (bahasa sunda) atau ular.
  • Orang yang tersedak cucuk/duri.
  • Orang yang terjatuh
  • Orang yang meninggal di atas kasurnya ketika sedang meninggikan agama Allah.
  • Orang yang dibunuh karena membela hartanya atau membela agamanya, atau membela darahnya atau ahlinya.
  • Orang yang meninggal di dalam penjara, yang dimasukkan ke penjaranya karena di dhalimi.
  • Orang yang mati karena sangat menginginkan suatu perkara (karena cinta).
  • Orang yang mati ketika sedang mencari ilmu (thalab ‘ilmu)

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar