Soal dan Jawaban Uji Kompentensi Keperawatan Gerontik

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, berikut ini Contoh Soal Essay dan Jawaban Uji Kompentensi Keperawatan Gerontik. Mudah-mudahan Contoh Soal Essay dan Jawaban Uji Kompentensi Keperawatan Gerontik ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1). Kakek usia 71 tahun pada 2 hari lalu jatuh di kamar mandi, akibat kejadian tersebut, klien mengeluh tidak mampu menahan urine sampai ke WC lagi. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan gangguan sistem perkemihan kakek tersebut. Manakah kelainan eliminasi urin yang dialami kakek?
a. Inkontinensi Fungsional
b. Inkontinensi urgensi
c. Inkontinensi Stres
d. Inkontinensi Overflow
e. Inkontinensi Campuran

Jawaban: A
Inkontinensi fungsional ditandai dengan keluarnya urin diluar tempat buang air kecil karena penderita saat menuju ke tempat buang air kecil, tidak tertahankan dan urinya sudah keluar saat diperjalanan menuju tempat tersebut. Tipe ini disebabkan karena psikogenik, depresi, marah, gangguan fungsi kognitif dan fisik.

Soal No. 2). Klien usia 50 tahun mengalami kecelakaan bersama istrinya dan dibawa ke RS. Istri klien dikabarkan meninggal seketika pada kecelakaan tersebut. Namun klien syok, menolak dan berkata “tidak,, saya tidak percaya itu terjadi pada istri saya”.

Apakah tahap fase kehilangan yang mungkin dialami oleh klien di atas?
a. Anger (Marah)
b. Depression (depresi)
c. Grief (reaksi emosi)
d. Denial (menyangkal)
e. Bargaining (tawar menawar)

Jawaban: D
Fase denial (menyangkal) adalah reaksi pertama individu yang mengalami kehilangan seperti syok, tidak percaya atau menolak kenyataan bahwa kehilangan itu terjadi.

Soal No. 3). Seorang perempuan dengan usia 70 tahun tinggal di panti werdha : mengeluh akhir-akhir ini sedang tidak nafsu makan karena sariawan di mulutnya. Dari hasil pengkajiam didapatkan data : gigi terlihat kotor serta banyak sisa makanan, mulut yang bau, bibir kering, bibir pecah-pecah dan tampak stomatitis pada mukosa mulut.

Apakah intervensi keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
a. Meningkatkan intake cairan.
b. Menyediakna makanan lunak.
c. Menjaga kebersihan lingkungan.
d. Menyajikan makanan dalam keadaan hangat.
e. Menganjurkan berkumur dengan mouthwash non-alcohol.

Jawaban: E
Mematikan kuman, merangsang produksi saliva, non alkohol agar tidak membuat mulut kering, membuat nafas segar.

Soal No. 4). Dari hasil pengkajian pada kunjungan pertama di rumah Ny.s 75 tahun diketahui termotivasi belajar tentang penyakitnya, dan melanjutkan segala treatment yang telah diberikan. Tetapi Ny.S mengalami kesulitan dalam membaca tulisan kecil terutama intruksi yang ada dalam label obat karena penurunan fungsi penglihatan. Perawat melihat Ny.S menyimpan obatnya di lemari dapur yang gelap. Ny.S tinggal sendiri dan menolak untuk dibawa ke rumah anaknya. Setelah dikaji tentang penglihatannya 2 tahun yang lalu Ny.S didiagnosa katarak, tetapi karena keterbatasan biaya Ny.S belum melakukan operasi.

Berikut ini diagnosa keperawatan yang paling tepat untuk kasus diatas adalah ?
a. Cemas dan gangguan persepsi sensori visual.
b. Gangguan persepsi visual, dan defisit perawatan diri
c. Gangguan persepsi sensori visual, dan risiko cedera
d. Risiko cedera, dan cemas
e. Gangguan istirahat tidur, dan risiko cedera

Jawaban : C
Pada kasus tersebut pasien mengalami katarak yang fungsi penglihatannya menurun sehingga dapat menyebabkan risiko cedera yang tinggi.

Soal No. 5). Seorang laki-laki usia 70 tahun tinggal di Panti Tresna Wreda sejak 1 tahun yang lalu. klien memerlukan bantuan sebagian dalam tindakan keperawatan dan pengobatan tertentu, misalnya pemberian obat intravena, dan mengatur posisi..

Apakah Kategori keperawatan klien menurut Swanburg dari kasus diatas ?
a. Self-care
b. Minimal care
c. Intensive care
d. Intermediate care
e. Mothfied intensive care

Jawaban: B
Minimal care menurut swanburg adalah klien memerlukan bantuan sebagian dalam melakukan tindak keperawatan dan pengobatan tertentu.. Biasanya dibutuhkan waktu 3-4 jam dengan waktu rata-rata efektif 3,5 jam/24jam

Soal No. 6). Seorang perawat melakukan kunjungan ke rumah lansia yang berumur 72 tahun. Berdasarkan pengkajian klien mengalami penurunan fungsi penglihatan, berjalan dengan bantuan tongkat. Penerangan rumah klien remang-remang dan lantai tampak licin. Klien hanya tinggal berdua saja dengan anaknya dan anak klien juga sering pulang sore karena sibuk bekerja.

Berdasarkan kasus di atas apakah diagnosa keperawatan yang tepat ?
a. Intoleransi aktivitas
b. Gangguan bobilitas fisik
c. Gangguan persepsi sensori:penglihatan
d. Resiko jatuh
e. Resiko ceders

Jawaban: D
Tanda-tanda pada kasus di atas menunjukan lebih kepada risiko jatuh yaitu penurunan fungsi menurun, lantai yang licin, berjalan dengan bantuan tongkat.

Soal No. 7). Seorang laki-laki usia 60 tahun, datang ke posyandu lansia, klien mengeluh kakinya bengak sejak semiggu yang lalu. Dari pengkajian didapatkan bahwa klien mengalami demam berulang selama 3 hari, keluhan muncul setelah bekerja di sawah, terasa panas dan nyeri pada daerah pangkal kaki. Skala nyeri 7. TD 150/90 mmHg, nadi 78x/menit, suhu 37,6°C.

Apakah masalah keperawatan utama yang tepat?
a. Nyeri.
b. Imomobilisasi fisik.
c. Peningkatan suhu tubuh.
d. Risiko penurunan curah jantung.
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Jawaban : A
Keluhan utama klien adalah nyeri dan didukung data hasil pengkajian yaitu skala nyeri 7, skala ini tergolong nyeri sedang dan menggangu kenyamanan klien dalam keseharian.

Soal No. 8). Seorang laki-laki 66 tahun, datang ke poliklinik mengeluh nyeri pada jari-jari tangan dan gatal pada tangan sejak seminggu yang lalu. Dari pengkajian didapatkan data tampak ulkus bernanah di telapak tangan, sela-sela jari, dan bengkak. Klien mengatkan malu karena tidak bisa bekerja di sawah lagi.

Apakah tindakan mandiri keperawatan yang paling tepat?
a. Berikan anakgetik.
b. Lakukan perawatan luka.
c. Berikan kompres hangat pada area ulkus.
d. Berikan penilaian positif tentang diri klien.
e. Lakukan usapan ulus untuk sediaan kultur.

Jawaban : B
Melihat kondisi luka klien yang semakin parah, klien harus segera mendapatkan perawatan luka sesuai standar. Mengenai konsep dirinya yang mengalami masalah, itu dapat dilakukan bersamaan dengan tindakan perawatan luka.

Soal No. 9). Seorang perempuan 65 tahun mengalami ajtuh ketika berjalan. Hasil pengkajian didaptkan data bahwa klien mengeluh nyeri pada lutut kiri dengan skala 8. Klien dibawa ke UGD, dimana ditemukan adanya fraktur pada bagian trochanter di paha kiri, kepadatan massa tulang -2.5 SD.

Apakah kemungkinan penyebab untuk kondisi tersebut?
a. Post menopause syndrom.
b. Rhemateoid arthritis.
c. Osteoarthritis.
d. Osteoporosis
e. Gout.

Jawaban: D
Tanda dan gejala yang dialami klien mengarah pada penyakit osteoporosis, yaitu penyakit dengan sifat-sifat khas berupa tulang yang rendah, dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang pada akhirnya menimbulkan akibatnya meningkatnya kerapuhan tulang dengan resiko terjadinya patah tulang.

Apabila kerusakan jaringan rawan sendi lebih cepat dari kemampuannya untuk memperbaiki diri, maka penipisan dan kehilangan pelumas sehingga kedua tulang akan bersentuhan. Inilah yang menyebabkan rasa nyeri pada sendi lutut.

Soal No. 10). Seorang laki-laki umur 63 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk semenjak 2 minggu yang lalu, dan sering berkeringat pada malam hari, nafsu makan berkurang. Klien di diagnosan menderita penyakit TB. Hasil pengkajian klien tidak pernah mengkonsumsi obat yang diberikan selama 1 minggu.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?
a. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan.
b. Ketidakpatuhan minum obat.
c. Risiko penyebaran infeksi.
d. Defisit pengetahuan.
e. Keletihan.

Jawaban : B
Masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus ini adalah ketidakpatuhan klien dalam menjalani terapi pengobatan TB. Terapi pengobatan TB tidak boleh terputus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *