Apakah Ciri-ciri protista mirip hewan (Protozoa)

Protista mirip hewan memiliki berbagai ciri-ciri adalah sebagai berikut :

  1. Mempunyai bentuk bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
  2. Merupakan organisme eyang bersel tunggal yang telah memiliki membran inti (eukariota).
  3. Pada umumnya dapat bergerak aktif, sebab mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk, bulu getar, tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
  4. Berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100 hingga 300 mikron.
  5. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, sedangkan jika bereproduksi secara seksual dengan cara penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif (konjugasi).
  6. Umumnya hidup bebas di air tawar dan air laut sebagai komponen biotik. Sebagian dari jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidupnya secara heterotop dengan memangsa berbagai bakteri, protista lain, dan juga sampah organisme.

Jenis-Jenis atau Klasifikasi Protista Mirip Hewan

Rhizopoda

Kelompok yang pertama adalah rhizopoda. Rhizopoda adalah protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia atau kaki semu/akar. Kaki semu tersebut berasal dari sitoplasma yang menjulur. Selain sebagai alat gerak, pseudopodia juga berfungsi sebagai alat untuk memangsa makanan. Beberapa jenis rhizopoda memiliki cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat dan silika. Kelompok organisme ini dapat ditemukan di danau atau kolam.

Berikut adalah beberapa ciri rhizopoda:

  • Alat gerak pseudopodia (kaki semu)
  • Pembelahan biner
  • Bentuk sel tidak tetap
  • Bersifat heterotrof

Ciliata

Kalau kelompok protista yang satu ini, menggunakan silia atau rambut getar sebagai alat geraknya. Silia terdapat di seluruh permukaan sel dan berfungsi sebagai alat bantu untuk menggerakkan makanan ke sitostoma (mulut pada sel). Ciliata dapat hidup di perairan air tawar maupun air asin.

Berikut adalah beberapa ciri ciliata:

  • Alat gerak berupa silia (bulu getar)
  • Memiliki dua inti sel (makronukleus dan mikronukleus)
  • Reproduksi as3ksual bersama pembelahan biner
  • Reproduksi s3ksual bersama konjugasi
  • Memiliki trikokis
  • Bersifat heterotrof

Flagellata

Jika kelompok ciliata bergerak dengan menggunakan silia, maka kelompok flagellata bergerak dengan menggunakan flagel atau bulu cambuk. Flagel ini berasal dari tonjolan protoplasma yang panjang, sehingga mirip dengan cambuk

Sporozoa

Kalau kelompok protista mirip hewan yang satu ini berbeda dari kelompok yang lain nih, Squad. Sporozoa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Semua jenis sporozoa hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia. Sporozoa mengandung organel kompleks yang membantunya dapat menempel pada inangnya.

Organisme yang paling terkenal dalam filum ini adalah Plasmodium yang hidup parasit pada tubuh manusia dan menyebabkan penyakit malaria. Makanannya adalah sel darah merah (eritrosit). Inang perantaranya adalah nyamuk anopheles. Plasmodium berkembang secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif terjadi dengan membentuk spora.

Sedangkan perkembangbiakkan nya secara seksual/generatif adalah dengan membentuk gameet. Sel gamet jantan disebut mikrogametosis, sel betina disebut makrogametosis. Peleburan dilakukan dalam tubuh nyamuk anopheles. Jika nyamuk ini menggigit manusia, maka plasmodium yang terdapat dalam air liur dapat menginfeksi tubuh manusia.

Reproduksi Protozoa

Protozoa dapat bereproduksi secara vegetatif (tak kawin) maupun secara generatif (kawin). Reproduksi secara vegetatif pada umumnya dengan pembelahan biner. Dari satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya. Pembelahan biner diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis), kemudian diikuti pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Sementara reproduksi secara generatif, yaitu dengan cara penyatuan gamet yang berbeda jenis sehingga menghasilkan zigot atau secara konjugasi (penyatuan inti vegetatif sel). Namun, ada pula Protozoa yang tidak melakukan reproduksi generatif, misalnya Amoeba sp.

Endodiogeni adalah pembelahan vegetatif dan terjadi di dalam sel dan terlepas menghasilkan 2 anakan. Endodiogeni terjadi pada Toxoplasma. Pada apicomplexa pembelahan vegetatif disebut schizogoni. Schizogoni adalah pembelahan nukleus menjadi beberapa anakan diikuti pembelahan sitoplasma, sehingga menghasikanmerozit bernukleus tunggal kecil. Pada Palsmodium, Toxoplasma dan apicompexa lainnya siklus generatif meliputi produksi gamet, fertilisasi gamet menghasilkan zigot, kistasisasi zigot menjadi oosit, dan pembentukan sporozoit dalam oosit.

Apa itu Protista

Protista adalah makhluk hidup eukariotik sederhana yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai hewan, tumbuhan, atau jamur. Jika dibandingkan dengan prokariotik monera, maka struktur tubuh protista sudah lebih kompleks.

Selama perkembangannya dari generasi ke generasi, protista telah memiliki nukleus yang sejati, mitokondria, kompleks, retikulum endoplasma, kompleks golgi, flagel, dan silia.nukleusnya sudah dapat membelah melalui proses mitosis dan meiosis.

Protista mirip hewan atau yang biasa disebut protozoa organisme bersel satu yang berukuran mikroskopis. Cara perkembangbiakan protista mirip hewan( protozoa) dapat terjadi secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual yanitu dengan membelah diri atau membentuk spora, sedangkan secara seksual yaitu dengan melakukan konjugasi. Konjugasi ini merupakan proses menempelnya dua sel untuk mengadakan pertukaran inti sel. Protista mirip hewan (protozoa) dapat dijumpai di berbagai tempat, yaitu di parit, sawah, sungai, bendungan, atau air laut, bahkan ada yang hidup dalam tubuh makhluk hidup lainnya sebagai parasit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *