Gambaran Surga Menurut Al Qur’an dan Sunnah

Surga merupakan sebuah tempat kembali bagi orang-orang yang melakukan amal kebaikan selama di dunia, dan merupakan balasan dari Allah kepada orang-orang beriman.

Allah berfirman dalam surat Az Zumar ayat 73-74:

  1. dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.
  2. dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka syurga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal”.

Pintu-pintu surga

Menurut Ibnu Abbas, bahwa surga itu memiliki 8 buah pintu dari emas yang bertahtakan mutiara dan tertulis pada pintu pertama Laa ilaaha illallaah Muhammadun Rasuulullah, yaitu pintu para Nabi, Rasul dan Syuhada dan para orang dermawan.

Pintu kedua adalah pintu orang-orang yang mengerjakan shalat dan menyempurnakan shalat serta wudhunya. Pintu ketiga adalah pintu orang-orang yang mengeluarkan zakat hartanya. Pintu keempat adalah pintu-pintu orang yang suka memerintahkan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Pintu kelima adalah pintu orang yang mengekang hawa nafsunya dari kesenangan-kesenangannya. Pintu keenam adalah pintu orang-orang yang beribadah haji dan mengerjakan umrah. Pintu ketujuh adalah pintu orang-orang yang berjihad di jalan Allah. pintu kedelapan ialah pintu orang-orang yang memejamkan (menahan) pandangannya dari hal-hal haram dan mengerjakan kebaikan dan kebajikan, berupa taat kepada orang tua, silaturahmi dan amalan-amalan baik yang lain.

Jenis-jenis Surga

Surga itu ada delapan buah, yaitu:

  • Darul Jalal (tempat keluhuran) dan ia terdiri dari mutiara putih.
  • Darus Salam (tempat keselamatan) dan ia terdiri dari yaqut merah.
  • Jannatul Ma’waa (surga tempat berlindung) dan ia lari dari jabarjad hijau.
  • Jannatul Khuldi (surga keabadian) dan ia dari marjan kuning.
  • Jannatun Na’im dan ia dari perak putih.
  • Daarul Qarar (tempat tetap) dan ia dari emas merah.
  • Jannatul Firdaus (surga firdaus) dan ia merupakan batu bata dari perak dan emas, batu bata dari yaqut dan batu bata dari zabarjad sedang lantainya adalah misik.
  • Jannatun Aden (surga abadi) dan ia dari mutiara putih dan berdekatan dengan semua surga yang ada. Ia mempunyai dua buah pintu dari emas yang jarak diantara dua pintu itu seperti apa yang ada diantara langit dan bumi. Bangunannya dari batu bata emas dan batu bata perak, debunya anbar dan lantainya misik. Di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir ke seluruh surga, batu-batu sungainya dari lu’lu dan airnya lebih sejuk daripada es dan lebih manis daripada madu. Di dalamnya terdapat telaga AL Kautsar, yaitu telaga Nabi Muhammad saw. Di dalamnya juga terdapat sungai kafur (wangian barus), sungai Tasniim, sungai Salsabil, sungai Rahiiqil Mahtum, sungai air jernih, sungai susu, dan sungai madu.

 

Sumber: Durrotun Nasihin