Taubat dan Istighfar

Setiap manusia sangat dianjurkan untuk selalu berdzikir, berdoa dan bertaubat kepada Allah. hal ini dilakukan agar kita selalu berada dalam lindungan Allah, dan dosa yang sudah dilakukan mendapat ampunan dari Allah apabila kita melakukan taubatan nasuha.

Nabi Muhammad bersabda, “Tetaplah pada bacaan Laa ilaaha illallaah dan istighfar dan perbanyaklah keduanya. Karena Iblis yang dilaknat telah berkata, ‘Aku binasakan manusia dengan dosa dan maksiat, dan mereka membinasakan aku dengan bacaan laa ilaaha illallaah dan istighfar. Setelah aku melihat smeua itu aku binasakan mereka dengan kesenangan nafsu, tetapi mereka tetap mengira bahwa mereka orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Taubat

Nabi Muhammad bersabda, “Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, demi Keagungan-Mu, aku tidak henti-henti akan menyesatkan anak cucu Adam selangi nyawa mereka berada pada jasadnya’. Allah berfirman, ‘Demi Keagungan dan Kemegahan-Ku hai hamba terkutuk, Akupun tidak henti-henti akan mengampuni mereka selagi mereka mau beristighfar.”

Dari Atha’ bin Khalid, dia berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa setelah turun ayat yaitu firman Allah ‘Wa man yaghfirudz dzunuuba illallaahu wa lam yushhirruu ‘alaa maa fa’aluu wa hum ya’lamuuna’. Berteriaklah Iblis pada bala tentaranya. Dia menaburkan debu pada kepalanya dan berteriak kecelakaan, sehingga berdatanganlah bala tentaranya dari laut dan dan daratan. Mereka bertanya, ‘Mengapa dengan engkau wahai pemimpin kami?’ Dia menjawab, ‘Ada sebuah ayat yang turun dalam kitab Allah yang tidak lagi sebuah dosa bisa membahayakan seorangpun dari anak cucu Adam’. Mereka bertanya, ‘Apa itu?’ lalu Iblis menceritakan pada mereka. Mereka berkata, ‘Kita buka saja pintu-pintu kesenangan nafsu pada mereka. Lalu mereka tidak akan bertaubat dan tidak beristighfar. Mereka menyangka bahwa mereka berada pada kebenaran.’ Maka puaslah Iblis dengan gagasan itu.

Dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah telah bersabda, “Allah telah berfirman, ‘Hai anak cucu Adam, sesungguhnya jika engkau masih mau berdoa kepada-Ku dan mengharap rahmat-Ku, Aku akan mengampuni dosa yang terjadi dari dirimu, dan Aku tidka perduli. Hai anak cucu Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai hamparan langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku tentu Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak perduli. Hai anak cucu Adam, seandainya engkau datang menghadap Aku dengan sepenuh bumi kesalahan, kemudian engkau bertemu Aku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan Aku tentu Aku datang kepadamu dengan sepenuh bumi ampunan.”

Sumber: Durrotun Nasihin