Keutamaan Puasa Bulan Rajab

Puasa merupakan suatu perkara yang ada dalam syariat islam. puasa itu ada yang wajib dan ada yang sunah. Puasa wajib dilaksanakan pada bulan ramadhan, sedangkan puasa sunah bisa dilakukan pada kapan saja asalkan tidak dalam waktu yang diharamkan.

Puasa di bulan rajab merupakan sebuah hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, karena memiliki beberapa keutamaan, seperti yang diuraikan di bawah ini.

Nabi Muhammad bersabda, “Ingat, sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah yang tuli. Maka barang siapa yang berpuasa satu hari dari bulan ini dengan beriman dan mencari pahala, tentu Allah mengharuskan keridhaan Allah yang besar padanya. Barang siapa yang berpuasa dua hari tentu dia mendapatkan kemuliaan di sisi Allah yang tidak dapat diterangkan oleh orang-orang yang mau menerangkan dari penghuni-penghuni langit dan bumi.

Rajab

Barang siapa yang berpuasa tiga hari diselamatkanlah dia dari bala’ dunia dan siksa akhirat, dari sakit gila, lepra, sakit belang dan dari fitnah Dajjal. Barang siapa yang berpuasa tujuh hari ditutuplah pintu neraka dari dirinya. Barang siapa yang berpuasa 8 hari dibukalah baginya 8 buah pintu surga.

Barang siapa yang berpuasa 10 hari maka dia tidak meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah akan memberinya. Dan barang siapa yang berpuasa 15 hari maka Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya dan mengganti kebaikan pada kejahatannya. Dan barang siapa yang menambah dari lima belas hari maka Allah pun akan menambah pahalanya.”

Pahala orang yang membaca shalawat di bulan rajab

Nabi Muhammad bersabda, “Aku telah melihat sebuah sungai pada malam Mi’raj, yang airnya lebih manis daripada madu, lebih dingin daripada es dan lebih harum daripada misik. Aku bertanya pada Jibril, ‘Untuk siapakan sungai ini?’ Dia menjawab, ‘Untuk orang-orang yang membaca shalawat kepadamu pada bulan rajab.”

Dari Muqatil, dia berkata, “Di belakang gunung Qaaf terdapat tanah yang putih, debunya seperti perak, luasnya 7 kali dunia ini dan penuh dengan para malaikat, seandainya sebuah jarum jatuh tentu mengenai mereka. Pada tangan masing-masing malaikat terdapat bendera yang bertuliskan Laa ilaaha illallaahu Muhammadun Rasulullaahi, mereka berkumpul setiap malam jum’at di bulan Rajab di sekeliling gunung Qaaf. Mereka memohonkan keselamatan ummat Muhammad.

Mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, kasihanilah ummat Muhammad dan jangan Engkau menyiksa mereka.’ Mereka memohonkan ampun da berdoa sampai subuh tiba. Berfirmanlah Allah, ‘Wahai malaikat-malaikat-Ku, demi Keagungan dan Kemegahan-Ku, Au benar-benar telah mengampuni mereka.”