Keutamaan puasa 6 hari bulan syawal

Islam menganjurkan agar setiap umat muslim mengerjakan puasa sunah 6 hari di bulan syawal. Hal ini diperintahkan oleh Allah dan Nabi Muhammad. Berikut ini dalil yang menguatkan tentang anjuran untuk mengerjakan puasa 6 hari bulan syawal.

Allah berfirman dalam surat Al An’aam ayat 160, “Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan Barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka Dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang berpuasa bulan ramadhan, kemudian mengikut sertakan dengan ramadhan itu enam hari dari bulan syawal, maka dia seperti berpuasa sebulan penuh.”

Inilah dia arti dari firman Allah, “Barang siapa yang datang dengan membawa kebaikan maka dia akan mendapat pahala sepuluh kali lipatnya.”

Karena setahun itu ada 360 hari. Sedang puasa ramadhan adalah 30 hari, dan ini sama dengan 300 hari. Lalu masih tersisa 60 hari, dan jika dia mau berpuasa 6 hari dari syawal yang sama dengan 60 hari maka genaplah satu tahun. Inilah arti dari sabda Nabi Muhammad di atas.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan semua langit dan bumi dalam 6 hari dari bulan syawal. Maka barang siapa yang berpuasa 6 hari itu Allah akan menulis untuknya dengan bilangan setiap makhluk dari semua makhluk-Nya sebuah kebaikan, dan menghapus darinya kejahatan-kejahatan dan mengangkat derajatnya.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya mayat itu mempunyai 600 anggota. Setiap anggota dari anggota-anggota tubuhnya itu terdapat seribu buah mulut, kecuali hati karena ia merupakan tempat ma’rifat kepada Allah. maka barang siapa yang berpuasa 6 hari ini Allah akan meringankan sakaratul maut padanya seperti minum air yang sejuk bagi orang yang kehausan.”

Puasa 6 hari Syawal

Tanda-tanda diterima kebaikan pada bulan ramadhan

Disebutkan bahwa orang yang menanam sebuah pohon dengan mengharapkan buahnya, tentu dia akan menyiramnya saat-saat memerlukan. Lalu sebagai tanda pohon itu menahan air adalah hijau daunnya. Jika pohon itu hijau daunnya, setelah lewat beberapa waktu kemudian tertimpa panas matahari dan menjadi keringlah daunnya, maka dia mengetahui bahwa pohon itu tidak dapat menahan air.

Tetapi jika pohon itu tidak kering daun-daunnya, sebaliknya bertambah banyak maka dia mengetahui bahwa pohon itu dapat menahan air yang telah disiramkan.

Demikianlah keadaan seorang hamba dalam mengerjakan puasa, shalat dan segala bentuk kebaikan dengan harapan dapat diterima semua kebaikannya itu berkat bulan ramadhan. Maka tanda diterimanya amal kebaikan itu adalah kalau hamba itu setelah ramadhan akan tetap pada ketaatan dan ibadah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *