Tujuh tingkatan surga dan neraka

Surga itu tidak akan mengalami kerusakan. Surga itu ada tujuh tingkatan, yaitu: Firdaus, ‘Adn, Khuldi, Na’im, Ma’wa, Darus Salam, dan Darul Jalal. Semuanya bertemu pada kedudukan Nabi Muhammad pemilik wasilah, agar ahli surga itu merasa senang dan nikmat melihat Nabi saw, karena beliau menampakkan dirinya kepada seluruh penduduk surga. Jadi wasilah itu menerangi ahli surga bagaikan matahari menerangi penduduk bumi.

Neraka juga tidak rusak dan ada tujuh tingkatan:

  1. Neraka jahanam, menjadi tempat orang-orang mukmin ahli maksiat.
  2. Neraka ladha, menjadi tempat orang-orang Yahudi.
  3. Neraka Huthamah, menjadi tempat orang-orang Nashrani.
  4. Neraka Sa’ir, menjadi tempat orang-orang Shabi’i kelompok Yahudi.
  5. Neraka Saqar menjadi tempat orang-orang Majusi.
  6. Neraka Jahim, menjadi tempat para penyembah patung dan berhala.
  7. Neraka Hawiyah, menjadi tempat orang-orang munafik.

Ahli surga dan neraka tidak akan rusak, baik dari bidadari, anak-anak muda belia pelayan surga, petugas surga, para malaikat penyiksa, kalajengking, maupun ular-ular.

Menurut Asy Syarbini bahwa ada 7 hal yang tidak akan rusak atas kehendak Allah, yaitu: Arasy, Kursyi, Lauh, Qalam, Surga, ahli surga dan neraka, ruh. Para ulama berbeda pendapat tentang firman Allah dalam surat Al Qashash ayat 88:

“Tia-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.”

Jika maknanya adanya sesuatu itu rusak keadaannya karena menerima kerusakan zatnya, karena apa saja selain Allah itu mungkin adanya dan menerima tidak adanya, maka 7 makhluk tersebut ditanguhkan pada arti ini. Kalau arti rusaknya suatu perkara itu karena dimatikan atau hancurnya bagian-bagian, maka 7 makhluk itu dikecualikan dari firman Allah tersebut, yakni kerusakan. Siapa yang ragu terhadap salah satu dari masalah tersebut benar-benar kafir.