Maksiat Lisan

Banyak sekali perbuatan yang termasuk ke dalam maksiat lisan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Ghibah

Yaitu menuturkan keadaan orang lain yang bila mereka mendengarnya menjadi benci dan tidak suka. Juga diharamkan ghibah (menggunjing) itu sekalipun apa yang dikatakan itu benar sesuai kenyataan yang ada pada orang lain.

Diperbolehkan ghibah terhadap orang yang nyata-nyata kefasikannya, seperti orang yang meninggalkan shalat.

Lisan

Namimah

Artinya mengadu domba, yaitu suatu perbuatan yang dapat membuat cekcok, berselisih dan bertengkarnya antara teman atau saudara.

Rasulullah Saw bersabda:

“Apakah kamu tahu, siapakah sejahat-jahat kamu?” jawab sahabat, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi bersabda, “Sejahat-jahat kamu ialah orang yang bermuka dua, yang menghadap kepada ini dengan satu wajah dan datang ke sana dengan wajah yang lain.”

Menurut Hatim Al Hasham bahwa penggunjing dan pengadu domba itu adalah kera ahli neraka, pendusta itu adalah anjing neraka, dan pendengki adalah babi ahli neraka.

Dusta (bohong)

Dusta merupakan maksiat lisan yang harus dijauhi. Nabi Saw bersabda:

“Celaka besarlah bagi orang yang berbicara dusta agar menimbulkan tertawa pada orang banyak, kecelakaan besarlah baginya, kecelakaan besarlah baginya.”

Nabi juga bersabda:

“Tidak akan sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya, dan hingga ia menjauhi dusta dari kelakarnya.”

Mencaci maki

Baik mencaci maki orang lain maupun mencaci maki orang tuanya. Orang yang mencaci maki itu dilaknat Allah dan dosa besar. Nabi bersabda, “Dilaknat orang yang mencaci maki kedua orang tuanya.”

Dan Nabi bersabda, “Dan diantara sebesar-besar dosa besar adalah seorang yang mencaci kedua orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana seorang itu mencaci kedua orang tuanya?” Nabi bersabda, “Yaitu seorang lelaki mencaci maki ayah orang lain, lalu orang lain mencaci maki ayah seorang lelaki tadi.”

Melaknat

Termasuk maksiat lisan ialah melaknat kepada apa saja, sekalipun kepada binatang atau benda padat agar jauh dari Allah. seperti mengucap, “Semoga kamu dilaknat Allah.” di dalam hadis disebutkan:

Dari Abu Darda, ia berkata bawah Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pelaknat-pelaknat itu tidak jadi penolonh dan tidak jadi saksi pada hari kiamat.”

Memanggil dengan gelar atau sebutan yang buruk

Allah berfirman dalam surat Az Zumar ayat 60:

“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berlaku dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam.”

Melupakan Al Qur’an (tidak mau membacanya)

Termasuk maksiat lisan adalah melupakan Al Qur’an seluruhnya atau sebagian yang telah dihapalkannya dalam hati dengan tidak mau membacanya. Ini termasuk dosa besar apabila tidak mau menghapalnya untuk yang kedua kali. Kecuali jika terdapat kepayahan dan kesulitan yang memberatkan. Jika tidak maka ia harus menghapalkan kembali secara mudah dengan mengulang-ulang sekali atau dua kali umpamanya, maka hal ini tidak berbahaya.