Homoseks Merupakan Perbuatan Zina dan Termasuk Dosa Besar

Hadis Nabi Muhammad SAW tentang Perbuatan Homoseksual

Rasulullah saw telah menegaskan di dalam sabdanya sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Turmudzi dari Jabir bin Abdullah sebagai berikut:

Sesungguhnya perbuatan yang paling aku takuti terhadap umatku adalah perbuatan kaum Nabi Luth.

Imam Thabrani dan Hakim juga telah meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

Allah telah melaknat tujuh orang dari makhluk-Nya dari tingkat langit yang ketujuh, dan kutukan itu diulang-ulang hingga tiga kali untuk masing-masing dari mereka. Padahal satu kali kutukan saja sudah membahayakan mereka, yaitu:

  1. Terlaknat orang yang melakukan homoseks (pelacuran lelaki dengan lelaki).
  2. Terlaknat orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah.
  3. Terlaknat orang yang bersetubuh dengan binatang.
  4. Terlaknat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.
  5. Terlaknat orang yang mengawini perempuan beserta anak perempuannya.
  6. Terlaknat orang-orang yang merubah batas-batas tanah.
  7. Terlaknat orang yang mengaku ada hubungan majikan kepada orang yang tidak pernah memerdekakannya.

Imam Ahmad telah meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

Terlaknat orang yang mencaci ayahnya, terlaknat orang yang mencaci maki ibunya. Terlaknat orang yang merubah batas tanah. Terlaknat orang yang menyesatkan orang buta. Terlaknat orang yang bersetubuh dengan binatang. Terlaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth (homoseks).

Imam Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda sebagai berikut:

“Empat macam orang yang selalu dibenci oleh Allah setiap pagi dan sore.” Aku bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?” lalu beliau bersabda:

  1. Orang-orang lelaki yang menyerupai kaum perempuan.
  2. Kaum perempuan yang menyerupai kaum laki-laki.
  3. Orang yang bersetubuh dengan binatang.
  4. Lelaki yang berzina dengan sesama lelaki.

Dalam riwayat Imam Turmudzi dan Nasa’i juga telah diterangkan bahwa Rasulullah pernah bersabda sebagai berikut:

Allah tidak akan melihat dengan penuh kasih sayang kepada seorang lelaki yang berbuat homoseks atau bersetubuh kepada istrinya melalui duburnya.

Imam Thabranijuga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda sebagai berikut:

Tiga orang yang tidak akan diterima oleh Allah persaksiannya bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, yaitu:

  1. Lelaki yang melakukan homoseks, baik yang diatas maupun yang di bawah.
  2. Perempuan yang mengadakan hubungan seks sesama perempuannya, baik di atas maupun di bawah.
  3. Imam yang tidak adil.

Imam Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

Orang yang kamu jumpai sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah baik orang yang diatas maupun orang yang di bawah.

Riwayat tentang perbuatan homoseks

Ibnu Abbas pernah berkata, “Sesungguhnya orang yang mengerjakan perbuatan kaum Luth jika telah meninggal dunia, maka akan diganti dengan rupa babi di dalam kuburannya.”

Dalam sebuah riwayat diterangkan, “Sesungguhnya Khalid bin Walid pernah mengirim surat kepada Khalifah Abu Bakar bahwa ia menjumpai sebagian orang di perkampungan Arab melakukan sebagaimana perbuatan kaum Luth. Lalu Abu Bakar mengumpulkan para sahabat Rasulullah, termasuk Ali bin Abi Thalib, lalu Ali berkata, ‘sesungguhnya perbuatan ini adalah kesalahan yang tidak pernah dilakukan oleh beberapa umat kecuali satu umat yaitu kaum Nabi Luth. Sungguh kamu telah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Allah kepada mereka. Aku berpendapat hendaknya kamu membakarnya dengan api.’ Lalu para sahabat yang lain menyepakati pendapat ini, sehingga Khalid bin al Walid membakar mereka sesuai dengan perintah Khalifah Abu Bakar.”

Diriwayatkan pula, sesungguhnya Nabi Isa pernah pergi ke salah satu daerah, lalu bertemu dengan seorang lelaki yang sedang dibakar oleh api. Lalu beliau mengambil air dan dituangkan padanya agar dapat padam. Tapi setelah disiram, ternyata api itu berubah menjadi anak kecil dan orang laki-laki itu menjadi api. Nabi Isa merasa heran, lalu berkata, “Wahai Tuhanku, kembalikan masalah dua orang ini sebagaimana mereka hidup di dunia agar aku dapat bertanya tantang asal mula ceritanya.” Lalu Allah mengabulkan permintaan Nabi Isa dan menghidupkan kembali kedua orang itu, lalu mereka menjadi seorang lelaki dan anak kecil, lalu Nabi Isa bertanya, “bagaimana ceritamu dahulu?” lalu yang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya sewaktu aku di dunia kena cobaan mencintai anak kecil ini, lalu aku melakukan perbuatan keji kepadanya (homoseks), lantaran dorongan syahwat yang sulit kutahan. Kemudian aku mati dan anak kecil ini juga mati, lalu Allah menjadikan anak kecil ini menjadi api yang membakar diriku dan terkadang aku yang dijadikan api yang membakar anak kecil itu, demikianlah siksaan kami hingga datangnya hari kiamat.”