Sifat riya’ adalah itu adalah menipu Allah swt

Imam Thabrani dan Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya sebagai berikut:

Pada hari kiamat nanti akan ada beberapa orang yang diperintahkan untuk masuk ke dalam surga, setelah mereka mendekat, dapat menghirup bau harumnya, melihat beberapa istana di dalamnya dan apa-apa yang disediakan oleh Allah untuk penduduknya. Lalu ada seruan, “Berpalinglah daripadanya, kamu tidak mempunyai hak dan bagian sesuatupun di dalamnya.” Lalu mereka kembali dengan hati yang gundah, penuh penyesalan dimana orang-orang yang dahulu dan yang terakhir tidak akan merasakan penyesalan seperti itu. Lalu mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, seandainya Engkau memasukkan kami sebelum diperlihatkan pahala-Mu (di surga) dan apa yang telah Engkau sediakan untuk kekasih-kekasih-Mu. Mungkin rasanya lebih ringan daripada apa yang kami derita kali ini. Lalu Allah berfirman, “Itu yang Aku harapkan darimu wahai orang-orang yang celaka. Kamu dahulu sewaktu hidup di dunia telah durhaka kepada-Ku dengan melakukan perbuatan dosa besar sewaktu sendirian. Jika kamu berhadapan dengan orang banyak, kamu selalu berbuat riya’, tidak sesuai dengan apa yang di dalam hatimu. Kamu takut kepada manusia dan tidak takut kepada-Ku. Kamu mengagungkan manusia dan tidak mengagungkan Aku dan kamu meninggalkan sesuatu karena manusia, kamu tidak meninggalkannya dengan niat untuk-Ku. Untuk hari ini, Aku berikan kepadamu siksaan agar kamu merasakannya di samping kamu tidak dapat merasakan enaknya pahala.

Adz Dzahabi juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda :

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw lalu berkata, “Apakah yang dapat menyelamatkan di hari esok (hari kiamat)?” Maka Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu tidak menipu kepada Allah.” lelaki itu bertanya lagi, “Bagaimana caranya kita menipu kepada Allah?” Rasulullah saw bersabda, “Kamu mengerjakan apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasul_nya, tetapi kamu bertujuan untuk selain Allah. oleh sebab itu, berhati-hatilah dari perbuatan riya’. Karena sesungguhnya perbuatan riya’ itu sama dengan menyekutukan Allah. dan sesungguhnya orang yang berbuat riya’ nanti pada hari kiamat akan dipanggil di muka orang-orang yang dengan empat nama yaitu, ‘Wahai orang kafir, wahai orang durhaka, wahai orang yang cedera, dan wahai orang yang merugi.’ Sungguh sedat amal perbuatanmu dan mempunyai bagian. Oleh sebab itu, ambillah pahala kepada orang-orang yang keamu berbuat kepadanya, wahai orang yang menipu dirinya sendiri.”