Perkara Apakah Yang Akan Kembali Kepada Allah, Kepada Manusia Sendiri, dan Untuk Belatung

Keterangan yang diterima dari Luqman al Hakim, beliau sudah berkata kepada puteranya,”Hai anakku, sebenar-benarnya orang-orang itu terbagi kedalam tiga pertiga. Yang sepertiga adalah untuk Allah, yang sepertiga lagi untuk dirinya sendiri, dan sepertiga lagi untuk belatung.

Perkara untuk Allah itu adalah rohnya manusia, maka roh tersebut akan kembali kepada Allah.

Perkara untuk badannya manusia (dirinya sendiri) adalah amalnya. Amal seseorang akan kembali lagi ke dirinya dengan manfaat dan madharatnya.

Dan perkara untuk belatung adalah jisim nya (badannya). Badan tersebut akan dimakanin belatung.”

Allah lah yang menciptakan manusia, alam dunia beserta isinya, jin, malaikat, surga dan neraka, dan lain sebagainya. Semua perkara yang ada di dunia ini sifatnya fana dan tidak abadi, suatu saat nanti cepat atau lambat pasti akan berakhir dan musnah. Termasuk juga manusia, yang usianya sudah ditentukan, ruhnya pasti akan kembali kepada Allah yang sudah menciptakannya. Manusia pasti akan mati dan akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada Allah.

Setiap perbuatan yang kita lakukan, baik itu amal kebaikan atau keburukan, pasti akan kembali kepada kita. Ketika amal baik yang kita lakukan maka kita akan mendapatkan manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat. Sedangkan kalau yang kita lakukan adalah perbuatan buruk, maka akan menjadi madharat bagi dirinya sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.

Ketika manusia meninggal, biasanya jasadnya akan di kubur di dalam tanah. Nah, ketika sudah di dalam kubur dan waktunya sudah lama, maka jasad tersebut akan di makan belatung.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar