Inilah Alasan Pentingnya Niat Sebelum Melakukan Pekerjaan

Ilaahii kaifa a’zimu wa antal qaahiru wa kaifa laa a’zimu wa antal aamiru.

Ya Allah, bagaimana aku akan ngazam (berniat/bertekad), sedangkan Engkau yang menentukannya dengan paksaan, serta bagaimana aku tidak ngazam padahal Engkau yang memerintahkan.

Kita harus pasrah kepada Allah swt, serta memperhatikan takdirnya Allah swt yang dilaksanakan kepada dirinya. Kita ngazam (berniat/bertekad) karena diperintahkan oleh Allah swt, sedangkan mengerjakannya itu bagaimana saja dikehendaki oleh Allah (Allah membuat itu terjadi).

Sebab di ingin-ingin juga kalau Allah tidak menghendaki (tidak membuat itu terjadi), maka tidak akan terjadi.

Jadi yang penting adalah kita harus ngazam kepada pekerjaan. Apabila sudah demikian, maka kita akan diberi ganjaran satu. Seperti di dalam hadist: “Innallaaha katabal ihsaana……..”, Allah swt menuliskan pekerjaannya ‘abdi, maka siapa saja orang yang berniat serta bisa melaksanakannya maka akan diberi sepuluh ganjaran, atau lebih banyak. Dan kalau tidak bisa mengerjakannya (mengamalkannya), maka akan diberi ganjaran satu.

Semua manusia dalam menjalani hidup ini harus bisa memanfaatkan umurnya, dengan kata lain tidak mengisinya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan melakukan banyak dosa. Tetapi harus banyak melakukan amal kebajikan, dan berusaha menggapai ridha Allah swt.\

Di dalam islam semua hal sudah ada tuntunannya, mulai dari praktek ibadah, muamalah, fikih atau hukum, dan lain sebagainya.

Jadi kita harus sering-sering berniat yang baik atau niat melakukan amal kebajikan, jangan berniat yang buruk.