Munajat Kepada Allah Yang Sudah Memberi Taufik

Yaa manih tajaba fii suradi qaati ‘izzihi ‘an an tudrikahul abshaaru yaa mani tajallaa bikamaali bahaa ihi fatahaqqaqat ‘adhamatahul asraru kaifa tukhfii wa antadh dhaahiru am kaifa taghiibu wa antar raqiibul haadhiru wallaahul muwafiqu wabihi nasta’iinu.

Kita harus bermunajat dibarengi dengan mengikuti sifat Allah, yaitu Allah swt membuat penghalang dengan benteng keagungan-Nya, sehingga tidak bisa dilihat dengan mata dhahir (lahir).

Allah swt yang dikenal oleh semuanya, dikarenakan terlihat kesempurnaannya, dan keagungannya. Sehingga asrar nya para ahli ma’rifat menyatakan keagungannya.

Allah swt tidak samar, sebab Allah itu dhahir, Allah tidak ghaib, sebab Dia selamanya hadir dan memperhatikan.

Allah swt yang sering memberi taufik, maka hanya kepada Allah lah kita harus meminta pertolongan