Hikmah Dari Adanya Perintah dan Larangan Dari Allah

Tidak ada manfaatnya bagi Allah swt tho’at yang dilakukan oleh manusia, dan tidak ada madharatnya bagi Allah kema’siyatan yang dilakukan manusia.

Adanya perintah untuk melaksanakan tho’at dan mencegah dari melakukan ma’siyat, karena ada kemanfaatan bagi manusia, yaitu masuk  ke dalam surga dan selamat dari neraka.

Tidak akan bertambah keagungan Allah apabila manusia semua pada menghadap kepada-Nya, dan tidak akan berkurang keagungan Allah disebabkan oleh manusia membelakangi-Nya (tidak beiman kepada Allah).

Di dalam hikmah yang ini akan dijelaskan tentang sifat kebaikannya Allah swt, dan kita semua sebagai makhluk-Nya harus menerima segala kebaikan dari Allah tersebut. Yaitu Allah itu Maha Agung dan Maha Mulya, tidak akan berkurang kemulyaan-Nya apabila makhluk tidak mendengarkan-Nya atau tidak memperhatikan-Nya, serta tidak akan bertambah keagungan Allah apabila manusia-manusia tho’at kepada-Nya.

Tho’atnya manusia tidak ada manfaatnya bagi Allah, begitu juga ma’siyatnya orang-orang tidak akan mengurangi keagungan-Nya dan tidak menjadi madharat bagi Allah.

Hikmahnya Allah swt mengadakan perintah dan mengadakan larangan yaitu Allah semata-mata memberikan karunia, menyelamatkan manusia dari neraka dan memasukkannya ke dalam surga.

Sangat aneh sekali manusia dirantai/diborgol lalu digusur supaya masuk ke dalam surga, sedangkan seharusnya manusia yang normal itu ketika ditawarin masuk ke surga tidak usah dipaksa, tetapi harus keinginan sendiri.

Nah begitulah keadaan manusia, kelakuannya aneh. Maka bagi kita semua harus ingat terhadap hikmah diatas, kita harus malu oleh Allah swt yang mendorong kita untuk bertakwa kepada-Nya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus dua)