Inilah 10 Kalimat Tasbih Yang Diajarkan Nabi Muhammad (Untuk Kebaikan Dunia Akhirat)

Rasulullah saw bersabda:

Apabila seorang ‘abid atau amat (hamba sahaya/budak) yang berdoa dengan doa ini pada malam Arafah dengan seribu balikan, yaitu 10 macam kalimah (tasbih). Maka dimana si ‘abdi meminta kepada Allah dalam tentang suatu perkara dari sebagian kebutuhan dunia maupun akhirat setelah 10 kalimah tersebut, Allah akan memberi apa yang dimintanya selagi dia tidak memutuskan persaudaraan dan tidak berbuat dosa.

Tasbih yang pertama adalah Subhaanalladzii fissamaai ‘arsyuhu, yang artinya Maha Suci Allah yang ada di langit. Maksudnya yang ada di arasynya Allah, karena sebenar-benarnya arasy itu ada diatas kursi, dan kursi ada diatas langit.

Tasbih yang kedua yaitu Subhaanalladzii fil ardhi mulkuhu waqudratuhu, artinya Maha Suci Allah yang tetap di bumi kerajaan-Nya dan kekuasaan-Nya. Karena sebenar-benarnya kerajaan Allah yang terlihat oleh kita semua ada di bumi.

Tasbih yang ketiga adalah Subhaanalladzii filbahri sabiiluhu, artinya Maha Suci  Dzat Allah yang tetap di lautan, Dia membuat jalan yang bisa menyampaikan ‘abdi-‘abdi-Nya ke semua jihat untuk berbagai sebab kehidupannya.

Tasbih yang keempat adalah Subhaanalladzii fil hawaai ruuhuhu, artinya Maha Suci Allah yang tetap ada diatas tempatnya angin. Karena sebenar-benarnya angin itu ditaklukan di langit dan di bumi, serta sumbernya angin itu ada di bumi yang ketiga.

Tasbih yang kelima adalah Subhaanalladzii finnaari sulthaanuhu, artinya Maha Suci Allah yang tetap di api adanya merusak. Oleh sebab itu tidak boleh seseorang menyiksa hewan dengan dibakar.

Tasbih yang keenam adalah Subhaanalladzii fil arhaami ‘ilmuhu, artinya Maha Suci Allah yang tetap dalam rahim ‘ilmunya Allah. Maka tidak ada yang tahu tentang isi rahimnya (kandungan perempuan) kecuali Allah.

Tasbih yang ketujuh adalah Subhaanalladzii rafa’as samaawati bighairi ‘amadin, artinya Maha Suci Allah yang meninggikan langit-langit dengan tidak memakai tiang, seperti keadaan langit yang diperlihatkan kepada kita semua.

Tasbih yang kedelapan adalah Subhaanalladzii wadha’al ardhi ‘alal maa i fajamada, artinya Maha Suci Allah yang menyimpan air di atas air, maksudnya menghamparkan bumi lalu menjadikan keras bumi.

Tasbih yang kesembilan adalah Subhaanalladzii filqubuuri qadhaa uhu, artinya Maha Suci Allah yang tetap didalam pekuburan hukumannya Allah. Maka tidak memberikan hukuman dan nikmat di dalam kubur kecuali Allah.

Tasbih yang kesepuluh adalah Subhaanalladzii laa malja a walaa manjaa minhu illaa ilaihii ta’aala, artinya Maha Suci Allah yang tidak ada bergantung/berpegangan, dan tidak ada tempat keselamatan, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan dari Allah (siksaan Allah) kecuali Allah swt.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar