Kefakiran Harus Dihadapi Dengan Kesabaran

Kefakiran atau kemiskinan yang melanda seseorang, bila dia sabar dalam menghadapinya maka akan membuat dirinya masuk surga. Karena Nabi Muhammad sendiri hidup dalam keterbatasan (tidak mempunyai harta berlimpah). Harta yang dimiliki dirinya habis untuk berdakwah.

Bahkan para sahabat Rasulullah juga hidup dalam kesederhanaan, banyak sekali kisah yang menerangkan mengenai kehidupan sederhana Rasulullah saw dan para sahabat.

Diriwayatkan bahwa putera Umar datang dari pengajian sambil menangis, berkatalah Umar, “Apakah yang menyebabkan engkau menangis hai anakku?”

Ibnu Umar berkata, “Anak-anak di tempat pengajian telah menghitung tambalan bajuku.” Mereka berkata, “Lihatlah Ibnu Umar putera Amirul Mukminin, berapa tambalan yang ada pada bajunya?”

Umar berdiri, pakaiannya bertambal 14 belas tempt dan sebagian dengan kulit binatang. Maka Umar berkirim surat kepada bendahara negara dan berkata dalam suratnya, “Berilah hutang 4 dirham kepadaku dari kasn negara sampai datang awal bulan yang akan datang. Apabila datang awal bulan potonglah dari gajiku.” (yaitu gaji yang diambilnya setiap bulan dari baitul mal).

Bendahara itu membalas surat Umar yang isinya, “Ya Umar, apakah engkau menjamin hidupmu sampai satu bulan sehingga aku dapat meluluskan engkau? Apakah yang akan engkau perbuat dengan dirham-dirham kas negara jika engkau mati sedang dirham itu masih menjadi tanggunganmu?”

Setelah Umar membaca surat tersebut, menangislah dia dan berkata, “Hai anakku, berangkatlah ke tempat pengajian, karena aku tidak dapat menjamin nyawaku sesaat saja.”

Dari A’isyah, dia berkata, “Rasulullah saw tidak pernah kenyang dalam 3 hari berturut dari roti sehingga beliau berlalu dalam perjalanannya.” Dalam sebuah riwayat, “Dari roti gandum kasar dua hari berturut-turut, dan jika beliau mau tentu Allah memberikan kepadanya apa yang tidak terlintas dalam hatinya.” Dalam sebuah riwayat, “Keluarga Rasulullah saw tidak pernah kenyang karena roti gandum sehingga beliau bertemu Allah swt.”

A’isyah berkata, “Nabi Muhammad saw tidaklah meninggalkan dinar dan dirham, tidak pula kambing dan unta.”

Dalam hadits Amr bin Al Harits, “Tidaklah Rasulullah meninggalkan kecuali pedang dan keledainya serta sebidang tanah yang disedekahkannya.”

Aisyah berkata, “Sungguh Nabi Muhammad saw wafat sedang di dalam rumahku tidak terdapat sesuatu yang dapat dimakan oleh makhluk bernyawa kecuali separo roti gandum di atas rak makananku. Nabi Muhammad bersabda kepadaku, ‘Sesungguhnya pernah ditawarkan kepadaku pasir-pasir Mekah menjadi emas untukku. Tetapi aku berkata, ‘Tidak ya Tuhanku, aku lebih suka lapar sehari dan kenyang sehari. Pada hari aku lapar aku dapat merendahkan diri kepada-Mu dan berdoa kepada-Mu, sedang pada hari aku kenyang aku dapat memuji dan bersyukur kepada-Mu.”