Apa Arti Dari Bulan Rajab

Disebutkan bahwa pada kata rajab terdapat tiga buah huruf. Ra’ menunjukkan rahmat Allah, jim menunjukkan jaram (dosa) hamba dan ba’ menunjukkan kebajikan Allah swt. seakan-akan Allah berfirman, “Hai hamba-Ku, Aku jadikan dosa dan kesalahanmu berada di antara rahmat dan kebajikan-Ku. Maka tidak lagi tersisa sebuah dosa atau kesalahan bagimu berkat kehormatan bulan rajab.”

Mengapa disebut Asham?

Disebutkan bahwa setelah bulan Rajab berlalu, naiklah dia ke langit. Allah berfirman, “Hai bulanku, apakah mereka mencintaimu dan mengagungkanmu?” Bulan rajab diam dan tidak berkata sepatah katapun sehingga ditanya untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya. Kemudian dia menjawab, “Ya Tuhanku, Engkau Tuhan yang menutup cela. Engkau perintahkan makhluk-Mu agar menyembunyikan cela-cela orang lain. Rasul-Mu memberikan nama kepadaku Asham (yang tuli), karena aku hanya mendengar taat mereka dan tidak mendengar maksiat mereka.” Karena itu bulan rajab disebut Al-Asham.

Kemudian Allah berfirman, “Engkau adalah bulan-Ku yang cacat lagi tuli, sedang hamba-hamba-Ku pun cacat. Aku menerima mereka dalam keadaan cacat mereka karena kehormatanmu, sebagaimana Aku menerimamu walaupun engkau cacat. Aku mengampunkan mereka dengan penyesalan sekali di dalammu dan tidak menulis maksiat bagi mereka di dalammu.”

Disebutkan pula bahwa dinamakan Asham, karena pada malaikat pencatat amal yang mulia selalu menulis kebaikan maupun kejahatan di dalam semua bulan, tetapi dalam bulan rajab ini mereka hanya menulis kebaikan dan tidak menulis kejahatan karena tidak pernah mendengar kejahatan di dalam bulan ini sehingga dapat ditulis.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya bulan rajab itu adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku dan bulan Ramadhan adalah bulan ummatku.”

Rajab

Abu Muhammad Al-Khalal meriwayatkan tentang keutamaan-keutamaan bulan rajab dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Puasa hari pertama bulan rajab menghapus dosa tiga tahun, hari kedua menghapus dosa dua tahun, hari ketiga menghapus dosa satu tahun.”

Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad tidak berpuasa setelah ramadhan kecuali rajab dan sya’ban.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah sungai yang disebut rajab, lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu. Barang siapa yang berpuasa satu hari dari bulan rajab maka Allah akan memberinya minum dari sungai itu.”

Mengapa disebut Rajab

Disebut rajab, karena orang-orang Arab memuliakannya. Dari kata rajjabtuhu, yaitu adhdhamtuhu artinya memuliakannya. Bukti bahwa orang Arab memuliakannya adalah bahwa juru kunci Ka’bah selalu membuka pintu Ka’bah pada bulan rajab seluruhnya. Sedang dalam bulan-bulan yang lain mereka hanya membukanya pada hari senin dan kamis.

Mereka berkata, “Bulan ini adalah bulan Allah, Bait adalah Baitullah dan hamba adalah juga hamba Allah. karena itu janganlah hamba Allah dihalangi untuk masuk rumah Allah dalam bulan Allah.”