Keutamaan Puasa

Puasa merupakan sebuah kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslim. Banyak sekali hikmah atau keutamaan dari puasa ini. Di bawah ini adalah dalil dari Al Qur’an dan hadits yang menerangkan tentang keutamaan puasa.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 183-184: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ramadhan

Dari Abdur Rahman bin Auf, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Telah datang Jibril kepadaku dan berkata, ‘Ya Muhammad, tidaklah seseorang membaca shalawat untukmu kecuali 70 ribu malaikat mendoakannya, dan barang siapa yang didoakan para malaikat maka dia termasuk penghuni surga.”

Dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda dengan menceritakan dari Tuhannya. Allah berfirman, “Semua amalan anak cucu Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.”

Karena puasa adalah amalan rahasia dan tiada di dalamnya amalan yang dapat diperlihatkan, berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. juga karena puasa itu adalah rahasia yang tidak diketahui oleh seorang pun kecuali Allah, maka Dia menjamin balasannya. Oleh sebab itu diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda:

“Apabila telah datang hari kiamat datanglah sekelompok orang yang mempunyai sayap seperti sayap-sayap burung saja, dan mereka terbang dengan sayap-sayap itu di atas tembok surga. Berkatalah penjaga surga kepada mereka, ‘Siapakah kamu ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah dari umat Muhammad saw.’ Penjaga surga berkata, ‘Apakah kamu melihat hisab?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian penjaga surga berkata, “Apakah kamu melihat shirath?’ Mereka menjawab, “Tidak.’ Kemudian penjaga surga berkata, ‘Sebab apakah kamu mendapat derajat setinggi ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami beribadah kepada Allah dengan cara samar di negeri dunia dan Allah memasukkan kami ke surga juga dengan cara rahasia di akhirat’.”

Ketika orang yang berpuasa mengkhawatirkan dirinya mati karena lapar dan haus, atau orang sakit lalu mengkhawatirkan bertambah parah, maka bolehlah baginya berbuka, karena keadaan seperti ini adalah keadaan darurat, sedang darurat adalah membolehkan hal-hal yang terlarang.