Syarat Shalat Qashar

Qashar itu artinya meringkas shalat. Hal ini merupakan keringanan dari Allah kepada orang-orang yang telah memenuhi syarat, artinya sedang mengalami keadaan tertentu. Adapun yang menjadi syarat dari qashar itu ada tujuh, yaitu:

Jarak yang ditempuh harus mencapai 2 marhalah

Shalat qashar dapat dilaksanakan apabila jarak yang ditempuh mencapai dua marhalah (perjalanan dua hari dua malam). Perbandingannya ialah sebagai berikut:

Marhalataen      = 16 pos            = 48 pal                        = 4 barid

1 pos                = 3 pal

1 pal                 = 1,5 km

Jadi yang dimaksud dengan marhalataen ialah:

16 pos = 48 pal = 72 km = 4 barid

Hal ini berdasarkan hadits riwayat Baihaqi: Dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, sesungguhnya mereka berdua shalat qashar dan berbuka puasa dalam (perjalanan) jarak empat barid atau lebih.

hadits riwayat Imam Syafi’i dan Baihaqi:

Imam Atho bertanya kepada Ibnu Abbas, “Apakah saya boleh mengqashar shalat (jika bepergian) ke Arafah?” Beliau menjawab, “Tidak”, kemudian Atho bertanya lagi, “bagaimana ke Mina?” Ibnu Abbas menjawab, “Tidak, tetapi ke Jidah, Usfan dan Thoif.”

Bepergian yang dibolehkan syara’

Untuk dapat mengqashar shalat, perjalanan haruslah perjalanan yang diperbolehkan, karena qashar merupakan keringanan (rukhsoh), sedangkan rukhsoh tidak diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.

Orang yang mengqashar shalat harus mengetahui dibolehkannya mengqoshar

Berkenaan dengan syarat ini, maka apabila seseorang mengqashar shalat tanpa mengetahui dibolehkan qashar, maka shalat qasharnya tidak sah.

Niat qashar dilakukan ketika takbiratul ihram

Qashar ialah meringkas shalat yang 4 rakaat dilakukan menjadi 2 rakaat. Pada dasarnya dalam melaksanakan shalat wajib itmam (menyempurnakan), dengan demikian maka apabila hendak keluar dar ketetapan asal, maka untuk keluar dari asal membutuhkan niat.

Shalat yang di qashar harus shalat yang empat rakaat

Shalat yang di qashar ialah shalat 4 rakaat, yaitu dzuhur, ashar dan isya, sedangkan subuh dan maghrib tidak boleh di qashar.

Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah: Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Allah mewajibkan shalat melalui Nabimu sebanyak 4 rakaat pada waktu dzhuhur. Dan dua rakaat jika dalam perjalanan.”

Hadits riwayat Turmudzi: Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Saya bepergian bersama Rasulullah, Abu Bakar dan Usman. Mereka melakukan dzuhur dan ashar dua rakaat.”

Tetapnya udzur

Orang yang diperbolehkan mengqashar shalat ialah orang yang berada dalam perjalanan.

Allah berfirman, “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sembahyangmu.”

Tidak boleh berma’mum kepada orang yang melakukan shalat itmam (sempurna)