Beriman Kepada Allah

Allah itu hidup selama-lamanya dan kekal abadi. Allah mengetahui kejadian yang ada di langit dan di bumi sekalipun seberat atom, sebagaimana firman-Nya di dalam surat Yunus ayat 61:

“Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).”

Bahkan Allah mengetahui gerak-gerik semut hitam yang berada di padang rumput pada amalam hari yang gelap gulita. Allah menghendaki segala yang ada, mengatur kejadian-kejadian yang baru, tidak ada kejadian di bumi maupun di langit, kecil atau besar, baik atau buruk, bermanfaat atau membahayakan, menguntungkan atau merugikan, bertambah ataupun berkurang, kufur atau beriman, melainkan dengan ketentuan, ketetapan dan kehendak-Nya.

Maka apa saja yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan segala yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Andaikata para manusia, jin, malaikat dan setan berkumpul untuk menggerakkan alam ini, atau mendiamkannya tanpa kehendak Allah, niscaya mereka tidak mampun karena kelemahannya walaupun yang digerakkan itu alam seberat atom.

Allah Maha Kuasa menjadikan segala sesuatu, bebas melakukan semua perkara yang tidak dapat dibatasi kekuasaan-Nya. Kekuasaan-Nya tidak akan tertimpa suatu kelemahan dan tidak terhalang dengan kebesaran dan kehinaan, serta tidak mengantuk dan tidak tidur.

Allah Maha Berbicara

Dia menjanjikan kepada orang-orang mukmin dengan surga dan kenikmatannya, dan mengancam orang-orang kafir dengan neraka dan siksaannya. Pembicaraan Allah dengan pembicaraan yang azali lagi terdahulu yang berdiri dengan Zat-Nya dan tidak serupa dengan pembicaraan makhluk.

Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Apa saja yang terdengar tidak akan luput dari pendengaran-Nya sekalipun samar lagi rahasia. Tak akan tertutup dari pandangan-Nya apa saja yang terlihat sekalipun lembut. Pendengaran-Nya tidak tertutup dengan perkiraan, dan gelap pun tidak akan menolak penglihatan-Nya.

Allah melihat tanpa hitam mata dan tanpa pelupuk mata. Dia mendengar tanpa lubang telinga dan tanpa telinga-telinga, sebagaimana Dia mengetahui tanpa hati dan menciptakan tanpa peralatan seperti sifat-sifat makhluk, sebagaimana Zat-Nya juga tidak daoat diserupakan dengan zat-zat makhluk. Allah mengetahui apa yang tidak dikhianatkan mata dan yang dirahasiakan hati, Dia mengetahui yang rahasia dan yang samar dari rahasia, bisikan dan getaran jiwa.

Allah pencipta segala sesuatu

Maka tidak ada sesuatu pun yang bersekutu kepada-Nya. Dia lah Tuhan Yang Esa, yang menguasai seluruh makhluk-Nya. Hukum dan kekuasaan-Nya menembus dan mengikat makhluk, maka seorangpun tak ada yang mampu menolak ketetapan-Nya dan tidak keluar dari ketentuan-Nya.