Keutamaan bersikap tawadhu’ dan buruknya sifat sombong

Imam Turmudzi dan Hakim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

“Barang siapa yang meninggalkan pakaian (yang tidak diperlukan) karena merendahkan dirinya kepada Allah yang Maha Agung, padahal ia mampu untuk mengenakannya, maka Allah akan memangilnya nanti pada hari kiamat di hadapan orang banyak sehingga disuruh memilih pakaian keimanan yang dikehendakinya.”

Sedang Imam Baihaqi an Al Khotib meriwayatkannya sebagai berikut:

“Orang yang mengucapkan salam terlebih dahulu itu akan terhindar dari sikap sombong.”

Sementara Imam Abu Nu’aim meriwayatkannya sebagai berikut:

“Bertawadhulah dan duduklah bersama orang-orang miskin, niscaya kamu akan termasuk orang-orang yang besar di sisi Allah dan kamu akan terhindar dari sikap sombong.”

Imam Thabrani jug telah meriwayatkannya sebagai berikut:

“Sesungguhnya termasuk tawadhu kepada Allah, jika seseorang rela duduk dalam majelis dimana ada tempat, tanpa mengutamakan tempat duduk yang istimewa.

Imam Baihaqi juga telah meriwayatkannya bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tidak bersifat sombong orang yang dapat makan bersama pembantunya, mengendarai keledainya, dan membawa kambingnya sendiri lalu memerahnya sendiri.”

Dan riwayatnya pula bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

“Barang siapa yang membawa barang-barangnya sendiri maka terhindar  dari sikap sombong.”

Urwah bin Zubair telah berkata, “Aku melihat Umar bin Khatthab r.a. sedang membawa geriba (tempat air) di pundaknya, lalu aku berkata, “Wahai amirul mukminin, perbuatan ini tidak pantas untukmu.” Jawabnya, “Banyak utusan datang kepadaku dengan taat dan mengikuti perkataanku, lalu timbullah kesombongan dalam hatiku. Aku ingin sekali meleraikannya.” Lalu beliau masuk dengan membawa geriba yang dipikulnya itu ke dalam rumah wanita Anshar untuk mengisi tempat airnya.”

Abu Hurairah r.a. juga berbuat demikian ketika ia menjadi walikota Madinah, yaitu dengan memikul kayu sendiri dan berkata, “Berilah jalan untuk amir.”