Berlepas diri dari ahli bid’ah dan ahli maksiat

Sebagai umat muslim, kita harus berusaha untuk melepaskan diri dari ahli  bid’ah dan ahli maksiat. Karena bila nantinya kita terlena dengan mereka, maka kita bisa saja mengikuti jejak mereka.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abu Burdah ibnu Abu Musa yang menceritakan:

Abu Musa radhiyallaahu ‘anhu mengalami sakit serius hingga tidak sadarkan diri, sedangkan kepalanya berada di pangkuan salah seorang istrinya. Maka menjeritlah salah seorang istrinya, tetapi Abu Musa tidak dapat mengatakan sepatah katapun kepadanya. Ketika ia sadar, baru berkata, “Aku berlepas diri dari orang-orang yang Rasulullah saw berlepas diri darinya. Sesungguhya Rasulullah saw berlepas diri dari wanita yang menjerit dengan suara kuat, wanita yang mencukur rambutnya, dan wanita yang merobek-robek bajunya.”

Ash-shaliqah adalah wanita yang menjerit dengan suara keras ketika tertimpa musibah. Al-Haliqah adalah wanita yang mencukur rambutnya ketika tertimpa musibah. Asy-syaaqqaah adalah wanita yang merobek-robek bajunya ketika tertimpa musibah.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Yahya ibnu Ya’mur yang menceritakan:

Aku mengatakan kepada ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhu, “Hai Abu Abdur Rahman, sesungguhnya telah muncul di daerah pedalaman kita orang-orang yang membaca Al Quran, tetapi mereka menduga bahwa tidak ada takdir dan bahwa perkara itu berjalan dengan seadanya (secara alami).”

Maka Ibnu Umar berkata, “Apabila engkau bersua dengan mereka, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa aku berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari dariku.”