Manfaat berbuat ikhlas

Diceritakan oleh Syaikh Syarafuddin bin Yunus di dalam kitabnya Mukhtashor Al Ihya, sesungguhnya orang yang ikhlas dalam amal ibadahnya, meskipun tidak niat, maka bekas berkahnya akan tampak padanya dan pada keturunannya sampai hari kiamat (nanti).

Sebagaimana telah diterangkan dalam sebuah riwayat, bahwa ketika Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi, maka berdatanganlah seluruh binatang dari hutan kepadanya untuk mengucapkan salam, lalu Nabi Adam a.s. mendoakan setiap jenis binatang menurut apa yang layak padanya. Kemudian datang sekelompok rusa lalu didoakan dan diusap punggungnya dengan tangan Nabi Adam. Lalu keluarlah dari mereka bau misik (kasturi). Ketika rusa yang lain melihat yang sedemikian ia, maka bertanya, “dari manakah kamu mendapatkan bau yang harum ini?” Jawabnya, “Kami pernah berziarah kepada kekasih Allah, Nabi Adam a.s. lalu kami didoakan dan diusap punggung kami.”

Akhirnya rusa yang lain pun berdatangan kepada Nabi Adam a.s lalu didoakan dan diusap punggungnya tetapi tetap tidak mengeluarkan bau harum. Lalu mereka berkata, “Kami telah berbuat sebagaimana yang telah kamu lakukan, tetapi kami tidak berbau harum sebagaimana kamu.” Lalu dijawab, “sebenarnya berkunjunganmu kepada Nabi Adam itu dengn tujuan agar kamu memperoleh sesuatu sebagaimana teman-temanmu, sedang mereka berkunjung dengan hati yang ikhlas, tanpa ada tujuan yang lain, sehingga mereka da anak keturunannya memperoleh berkah dari keikhlasannya itu, yaitu dapat mengeluarkan minyak wangi sampai hari kiamat.”