Hukum Mencium dan Memeluk Anak Kecil Menurut Syariat Islam

Banyak sekali hadis yang menerankan tentang keutamaan memeluk dan mencium anak-anak. Beberapa diantaranya akan dikemukakan di bawah ini.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari melalui Anas r.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw memeluk anak lelakinya, yaitu Ibrahim, lalu mengecup dna menciuminya.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu daud melalui Al Barra ibnu Azib r.a. yang menceritakan:

Aku masuk bersama Abu Bakar r.a. di saat pertama kali tiba di Madinah. Ia menjumpai anak perempuannya, yakni Siti Aisyah r.a. dalam keadaan berbaring karena terserang penyakit demam. Lalu Abu Bakar mendekatinya dan berkata, “Bagaimanakah kesehatanmu, hai anakku sayang?” lalu ia mencium pipinya.

Diriwayatkan di dalam kitab Imam Turmudzi, Imam Nasai, dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih melalui Shafwan ibnu Assaal, seorang sahabat yang menceritakan:

Seorang Yahudi berkata kepada temannya, “Bawalah aku kepada Nabi ini.” Lalu keduanya datang kepada Rasulullah saw dan bertanya kepadanya tentang 9 tanda yang jelas. Shafwan meneruskan kisahnya sampai pada bagian, “Lalu mereka mencium tangan dan kaki Nabi saw, dan keduanya mengatakan, ‘Aku bersaksi bahwa engkau adalah seorang Nabi’.”

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud dengan sanad yang sahih dan hasan melalui Iyas ibnu Daghfal yang menceritakan:

Aku pernah melihat Abu Nadhrah mencium pipi Al Hasan ibnu Ali karamallaahu wajhah.

Dari Ibnu Umar r.a, bahwa ia mencium anak lelakinya yang bernama Salim, lalu ia mengatakan, “Kagumlah kalian kepada seorang syekh yang mencium seorang syekh lagi.”

Dari Sahl ibnu At Tusturi, seoran ahli zuhud lagi sufi. Disebutkan bahwa ia datang kepada Imam Abu Daud As Sijistani, lalu mengatakan padanya:

Julurkanlah lidahmu yang sering engkau pakai untuk mengucapkan hadis Nabi saw, aku bermaksud menciumnya, lalu ia menciumnya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abu Hurairah yang menceritakan:

Nabi saw mencium Al Hasan  ibnu Ali karamallaahu wajhah, sedangkan di hadapan beliau ada Al Aqra’ ibnu Haabis At Tamimi, lalu Al Aqra’ mengatakan, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka.”

Lalu Rasulullah saw memandang kepadanya, dan bersabda, “Barang siapa yang tidak belas kasihan, maka ia tidak dibelas kasihani