Sunat-sunat yang ada pada takbiratul ihram

Ketika membaca takbiratul ihram disunatkan:

  • Men-jazm-kan “ra” lafazh Akbar, agar keluar dari perbedaan pendapat dengan orang yang mewajibkannya.
  • Bagi imam, sunat mengeraskan bacaan takbirnya, seperti takbir-takbir
  • Mengangkat kedua telapak tangan sambil membukanya atau hanya sebelah kalau sulit (karena sakit); makruh kalau tidak demikian.
  • Mernggangkan semua jari tangan dengan renggangan yang sedang. (mengangkat kedua tangan itu) hingga lurus dengan kedua pundak. Semua ujung jarinya lurus pula dengan kedua ujung telinganya sebelah atas, dan kedua ibu jari lurus dengan daun telinga sebelah bawah, dan telapak tangan lurus dengan kedua pundaknya, karena mengikuti sunnah Nabi saw.

Cara bertakbir tersebut disunatkan pula pada semua bacaan takbiratul ihram. Yakni mengangkat kedua tangan bersamaan dengan membaca takbiratul ihram dan selesainya pun sama. Begitu pula takbir ketika hendak rukuk, karena mengikuti sunnah Nabi saw yang tercantum dalam berbagai riwayat, serta ketika mengangkat kepala dari rukuk. Sunat takbir seperti tadi ketika berdiri dari tasyahhud awal karena mengikuti sunnah Nabi saw dalam hal rukuk dan berdiri dari tasyahhud.

  • Sunat menaruh kedua telapak tangan di bawah dada dan di atas pusat dengan telapak tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri, karena mengikuti sunnah Nabi saw.

Setelah mengangkat tangan, lalu mengembalikannya ke bawah dada. Hal ini lebih utama daripada melepaskannya sama sekali (menjulurkan tangan ke bawah), kemudian mengangkatnya lagi ke bawah dada.

Syeikh Mutawalli, yang juga diperkuat oleh lainnya, berpendapat seyogyanya melihat dahulu ke tempat sujud dan sedikit menundukkan kepala sebelum mengangkat tangan dan membaca takbiratul ihram.

 

Sumber: Kitab Fat-hul Mu’in karangan Zainuddin bin Abdul Aziz al Malibari al Fannani