Shalat merupakan tiang agama dan 10 kebaikan atau keberkahan serta sifat yang ada di dalam shalat

Diterima keterangan dari Abu Hurairah r.a. bahra Nabi saw bersabda, “Shalat adalah tiangnya agama”, artinya bahwa shalat itu seperti tiang yang menjadikan sebuah bangunan berdiri. Dan di dalam shalat itu terdapat 10 macam sifat:

  1. Kemegahan wajah.
  2. Menerangi hati. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Shalatnya seorang lelaki adalah cahaya di hatinya, maka siapa saja yang bermaksud demikian diantara kalian, maka terangilah hati.” HR Imam Dailami
  3. Menyenangkan badan. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Kaian harus berdiri kemudian shalat, karena sebenar-benarnya shalat itu menjadi kesehatan.” HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Dan diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Sebenar-benarnya bila Allah menurunkan penyakit dari langit ke ahli bumi, maka Allah membelokan penyakit tersebut dari orang-orang yang sering meramaikan mesjid” HR Imam al ‘Askari.
  4. Menenangkan di dalam kubur.
  5. Jadi tempat turunnya rahmat.
  6. Jadi kunci membuka langit. Rasulullah saw bersabda, “Shalat merupakan kurbannya tiap-tiap orang yang bertakwa.” HR al Qudha’i dari Sayyidina ‘Ali.
  7. Jadi berat timbangan amal kebaikannya.
  8. Mendapatkan ridha Allah swt. rasulullah saw bersabda, “Tidak ada tingkah yang terbukti dari ‘abdi (hamba) yang lebih dicintai oleh Allah swt daripada melihatnya Allah ke si ‘abdi yang sedang sujud ke tanah.” HR Imam Thabrani.
  9. Harganya surga. Rasulullah saw bersabda, “Sebenar-benarnya orang yang shalat itu yakin yang mengetuk-ngetuk pinut raja. Dan siapa saja yang tetap mengetuk-ngetuk pintu, maka dekat dari dibukakannya pintu untuknya.” HR Imam Dailami
  10. Jadi penghalang dari neraka. Rasulullah saw bersabda, “Shalat itu jadi timbangan, siapa saja yang menyempurnakan shalat, tentu akan menerima perjanjian dari Allah.” HR Imam Baihaqi.

Maknanya shalat jadi timbangan iman adalah, siapa saja orang yang menyempurnakan shalatnya sambil menjaga berbagai perkara yang wajibnya dan berbagai sunahnya shalat, maka tentu dia akan menerima apa yang sudah dijanjikan Allah dengan sebab perkara tersebut yaitu kebahagiaan (mendapat ganjaran) serta selamat dari siksaan yang sangat berat.

Jadi siapa saja orang yang mendirikan shalat, itu berarti dia telah mendirikan agamanya. Dan siapa saja orang yang meninggalkan shalat, berarti dia meruntuhkan shalat. Nabi Muhammad saw bersabda, “Shalat lima waktu, siapa saja orang yang menjaga kelima shalat tersebut, maka itu akan menjadi cahaya, jadi dalil, dan jadi keselamatan di hari kiamat. Dan siapa saja orang yang tidak menjaga shalat lima waktu, maka tidak ada cahaya, tidak ada dalil, dan tidak ada keselamatan baginya, dan dia di hari kiamat akan bersama Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” HR Ibnu Nashar

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar