Inilah Orang Yang Mengetahui Perkara Ghaib Tetapi Mengingkarinya

Menurut Sayyidina Utsman radhiyallahu ‘anhu, ketika dia menafsirkan firman Allah, “Wakaana tahtahuu kanzun lahumaa………” yang artinya dan ada di bawahnya harta simpanan untu dua anak yatim, yaitu namanya Ashram dan Sharim. Dan bapaknya kedua anak yatim tersebut adalah orang yang shalih, namanya Kaasyih.

Menurut Sayyidina Utsman artinya kanzun adalah suatu papan tulis dari emas. Di papan tulis tersebut ada tujuh baris tulisan. Dalam salah satu baris dari tulisan itu artinya, “Aku kaget kepada orang yang sudah tahu tentang mati, bahwa sebenar-benarnya mati itu akan datang dan yakin, dan orang itu sering tertawa-tawa dalam lelucon.

Dalam baris kedua, “Aku kaget kepada orang yang sudah tahu tentang perkara dunia yang akan rusak, tetapi dia senang terhadap perkara dunia, dan dia disibukkan untuk mencari dunia.”

Dalam baris ketiga, “Aku kaget kepada orang-orang yang sudah mengetahui bahwa setiap perkara itu dengan takdirnya Allah, tetapi dia sering bingung dan sedih karena luputnya perkara tersebut.”

Dalam baris keempat, “Aku kaget kepada orang yang sudah tahu tentang adanya hisaban yang teliti, tetapi dia sering mengumpulkan harta.

Dalam baris kelima, “Aku kaget kepada orang yang mengetahui adanya neraka (tempat siksaan), tetapi dia sering melakukan dosa.

Dalam baris keenam, “Aku kaget kepada orang yang mengetahui adanya surga, tetapi dia bersenang-senang di dunia.

Dalam baris ketujuh, “Aku kaget kepada orang yang mengetahui bahwa setan itu memusuhinya, tetapi dia turut kepada ajakan setan untuk melakukan maksiyat.”

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar