Inilah 10 Ucapan atau Nasihat Ulama Terhadap Raja Atau Penguasa

Ada raja yang mengumpulkan lima ulama ahli hikmah, kemudian raja tersebut memerintahkan para hukama itu untuk berbicara, masing-masing orang berbicara dengan dua omongan hikmah.

Maka para hukama itu berbicara dengan dua omongan hikmah, jadi jumlah keseluruhannya ada sepuluh.

Takutlah kepada Allah dan jangan takut kepada makhluk

Yang pertama berkata, “Takut oleh Allah itu membuat jalla wa’ala adalah merupakan keamanan, artinya keselamatan dari berbagai ketakutan. Dan merasa aman dari Allah (tidak takut oleh Allah) itu membuat kufur, dan merasa aman dari makhluk itu merdeka. Maksudnya tidak takut dari makhluk, itu keluar dari jadi pengawal makhluk. Serta takut oleh makhluk adalah menjadi ‘abdinya makhluk.”

Keutamaan raja’ atau mengharapkan rahmat Allah

Kemudian yang kedua berkata, “Mengharapkan rahmat Allah adalah suatu kekayaan yang tidak bisa di madharat kan oleh kefakiran. Dan putus dari raja’ (mengharapkan rahmat Allah) adalah suatu kefakiran, yang tidak manfaat kekayaannya.”

Menurut Syeikh Dzunnun al Mishri, bahwa siapa saja orang yang qanaah tentu dia akan merasa senang dan dia akan melebihi dari teman-temannya.

Ada yang mengatakan, bahwa apabila kedua mata seseorang melihat perkara yang ada di tangan orang-orang, maka tentu akan panjang kesedihannya.

Keutamaan qanaah dan buruknya sifat thama’

Kemudian ulama yang ketiga berkata, “Tidak menjadikan madharat serta kaya hati yaitu qanaah faqirnya seseorang yang sempurna akalnya. Maksudnya tidak adanya harta di tangannya, dan tidak ada manfaatnya serta faqirnya hati yaitu thama’, kekayaan orang yang punya akal yang sempurna (banyak harta).”

Menurut Syeikh Wahab, bahwa kemulyaan dan kekayaan itu keluar kedua-duanya dan berputar mencari teman-temannya. Lalu keduanya menemukan qanaah dan akhirnya tinggal bersama keduanya. Di dalam kitab Zabur disebutkan bahwa orang yang qanaah itu kaya, walaupun terbukti dia itu orang yang lapar.

Keutamaan sering memberi (dermawan)

Kemudian ulama yang keempat berkata, “Tidak bertambah kaya hati dan dermawan, kecuali terhadap kekayaan. Yang disebut dermawan adalah seseorang tidak sulit dalam memberikan hartanya. Dan tidak akan bertambah-tambah faqir hati dan kekayannya seseorang yang sempurna akalnya, kecuali dalam kefakiran.”

Menurut Syeikh ad Daqaq, bahwa siapa saja orang yang tidak dibarengi ketakwaan pada saat faqir, maka tentu orang itu akan memakan perkara yang haram.

Kemudian ulama yang kelima berkata, “Mengambil yang sedikit dari kebaikan itu lebih bagus daripada meninggalkan keburukan yang banyak. Dan meninggalkan semua keburukan itu lebih bagus daripada mengambil yang sedikit dari kebaikan.”