Mengapa kita harus melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

Menurut sebagian hukama bahwa semua ibadah itu adalah setengahnya dari pengabdian, maksudnya dari setengahnya rukun-rukun islam itu ada empat tingkah.

Yang pertama adalah menunaikan atau melaksanakan janji, artinya melaksanakan hal-hal atau perkara-perkara yang sudah diwajibkan Allah swt.

Yang kedua adalah menjaga dari macam-macam had, yaitu menjauhhi perkara-perkara yang sudah di haramkan oleh Allah.

Mengapa harus Sabar dan Ridha

Yang ketiga adalah sabar terhadap kehilangan dari setengah macam-macam perkara yang disenangi.

Dan yang keempat adalah ridha terhadap barang yang ada dari makanan maupun pakaian, dan tempat tinggal (rumah).

Allah sudah memerintahkan kepada manusia untuk melaksanakan atau mengerjakan perkara-perkara yang sudah diwajibkan oleh-Nya. Perkara tersebut misalnya kewajiban untuk melaksanakan shalat, kewajiban mengerjakan puasa di bulan ramadhan, naik haji bila mampu, mengeluarkan zakat, dan lain sebagainya. Kita semua harus melaksanakannya, tanpa kecuali.

Kita juga tidak boleh melanggar larangan Allah, atau mengerjakan perkara yang sudah dilarang oleh Allah. Misalnya berzina, meminum arak, ghibah, fitnah, mencuri, dan lain sebagainya. karena tidak semata-mata Allah melarang suatu perkara, itu pasti ada madharatnya bagi manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Ketika kita kehilangan sesuatu yang disukai atau dicintai, maka kita harus bersabar dalam menghadapinya. Yakinilah bahwa semua yang ada di diri kita adalah titipan, suatu saat pasti akan diambil oleh Allah swt.

Apapun yan kita miliki, baik itu harta, rumah, pakaian, makanan, kita harus bisa mensyukurinya dan ridha terhadap segala pemberian dari Allah. Yakinlah bahwa semuanya sudah ada bagiannya, karena rizki itu sudah ditentukan besar dan kecilnya.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar