Ketaatan Ahli Ma’rifat Kepada Allah

Berubahnya jiwa raga dalam tho’at, maksudnya semangatnya seseorang ketika melaksanakan tho’at kepada Allah, itu menjadi dalil terhadap ma’rifatnya. Seperti, bahwa sebenar-benarnya banyaknya bergerak anggota badan itu menjadi dalil terhadap kehidupan (seseorang masih hidup).

Dan maknanya adalah bahwa sebenar-benarnya mendatangkannya ‘abdi kepada tho’at (‘abdi melakukan tho’at) kepada Allah menjadi ciri ma’rifatnya dia kepada-Nya (Allah). dimana-mana seseorang banyak tho’atnya kepada Allah, berarti dia banyak ma’rifatnya kepada Allah.

Begitu juga ketika tho’atnya sedikit, maka sedikit pula ma’rifatnya kepada Allah. sebab dhohir (lahir) itu menjadi cerminnya batin.

Setiap orang tingkatan imannya pasti berbeda-beda, hal ini bisa menjadi petunjuk akan nilai keutamaan yang ada di orang tersebut. Ketika keimanannya kuat, manusia Ingsya Allah akan banyak sekali melakukan tho’at, artinya dia melaksanakan segala perintah Allah yang diwajibkan, dan menjauhi segala larangan Allah yang diharamkan.

Bahkan seseorang yang semangatnya tinggi dalam melaksanakan tho’at, selain perkara-perkara yang diwajibkan, dia juga melaksanakan perkara-perkara sunah, dan perkara-perkara yang dinilai baik serta bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Ketika manusia sangat bersemangat dalam melakukan tho’at kepada Allah, maka pasti dia bisa ma’rifat kepada Allah.

Ketho’atan manusia terhadap Allah berbanding lurus dengan kema’rifatannya, artinya ketika ketho’atannya banyak (tinggi), maka banyak (tinggi) pula ma’rifatnya kepada Allah. dan ketika tho’atnya sedikit, maka sedikit pula ma’rifatnya kepada Allah.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar