Mengapa Ketika Berdoa Kepada Allah Harus Ikhlas

Ya Allah, semoga Engkau memberikan kepadaku (menempelkan kepadaku)  kepada hatiku, macam-macam hakikatnya orang yang taqarrub kepada-Mu. Dan semoga Engkau membarengkan (menyamakan) kepadaku pada tempat pemberangkatannya orang yang tergoda oleh-Mu. Memiliki rasa yang sangat, sehingga merusak akal.

Kita harus berdoa kepada Allah agar diberi macam-macam hakikatnya orang yang muqarrabin. Dan yang dimaksud hakikat adalah pengertian yang sesuai dengan artinya, maka yang dimaksud dengan hakikat adalah ahlil qurbi yaitu macam-macam ilmunya dan kema’rifatannya, dan rasa cintanya, serta mukasyafahnya.

Yang dimaksud ahlil qurbi adalah orang yang didekatkan oleh Allah, apakah dari golongan ahlil muqarabah atau ahlil mukasyafah, atau ahlil musyahadah, atau ahlil mukallamah. Nah itu berbeda-beda dan bertingkat-tingkat, menurut tingkah perjalanannya dan membersihkan dirinya.

Maka awalnya adalah muqarrabah, lalu musyahadah, terus wushul ilaa hadhratil qudsiyyah.

Sebagian ulama berkata bahwa yang dimaksud ahlil qurbi adalah orang ahlil hadhrati, maksudnya orang yang wushul ke hadhratil qudsiyyah, yang dipenuhi dengan musyahadah.

Kita juga harus berdoa agar ditempatkan oleh Allah pada tempat perjalanannya orang-orang yang cinta kepada-Nya, dengan cinta yang sangat.

Orang-orang shalih sangat mencintai Allah swt, mereka lebih mengutamakan Allah swt dalam setiap perkara daripada urusan dunia. Didalam setiap hembusan nafasnya dan dalam setiap perbuatannya, mereka tidak lepas dari Allah swt. Hidupnya diisi dengan berbagai tingkah dan perbuatan untuk menggapai ridha Allah swt.