Seperti Apakah Ilmu Yang Bermanfaat dan Ilmu Yang Membahayakan

Ilmu yang dibarengi dengan khasyah akan bermanfaat bagi kita, sedangkan kalau ilmu tidak dibarengi dengan khasyah akan madharat bagi kita.

Ilmu yang ngebarengi terhadap khasyah adalah ilmu yang manfaat, sebab akan mencegah dari adanya ghaflah, serta akan tapa’/terhindar dari perkara-perkara yang bisa membuat diri lupa kepada Allah. Serta akan menyukai perkara-perkara yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Apabila demikian, maka terbukti ilmu itu menjadi pertolongan terhadap wushul ke Allah.

Sedangkan kalau tidak ngebarengin dengan khasyah, maka ilu itu jadi bahaya. Sebab ilmunya akan menjadi hujah yang menjadi madharat bagi dirinya. Sebab orang yang berma’siyat dengan dibarengi ilmu itu lebih buruk daripada ma’siyatnya orang yang bodoh.

Nabi Muhammad bersabda: “neraka wail itu untuk orang bodoh, dengan sekali mendatangkan”. Lalu berkata lagi: “bahwa sebenar-benarnya neraka wail adalah untuk orang yang tidak mengamalkan ilmunya”.

Dimana-mana tidak bertambah ilmu yang tidak mendekatkan diri kepada Allah, berarti hari itu tidak ada keberkahannya.

Kita harus berusaha dan berjuang sekuat tenaga agar dalam setiap hari yang kita jalani ilmu kita menjadi bertambah. Ilmu tersebut hendaknya bisa mendekatkan diri kita kepada Allah, lebih hati-hati dalam menjalani hidup, tahu setiap manfaat dan kerugian dari perkara atau tingkah yang kita lakukan.

Jangan sampai tiap hari yang kita lalui tidak ada nilai positif yang berarti bagi kita, kalau demikian berarti kita termasuk orang yang merugi.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus dua puluh tiga)