Inilah Kaitan Antara Akal dan Ilmu

Keterangan yang diterima dari Sayyidina Umar radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: “Bagusnya mencintai, atau mencintai yang sejati kepada sesama manusia adalah setengahnya akal.”

Seperti keterangan yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Imam Thabrani wal Baihaqi yang diterima dari Jabir bin Abdillah, bahwa Nabi Muhammad saw sudah bersabda: “Merayu (ramah tamah) kepada manusia itu shadaqah, maksudnya merayu (ramah tamah) dengan ucapan dan dengan perbuatan itu diganjar (di balas) dengan ganjarannya shadaqah dengan harta. Artinya memberikan kebahagiaan kepada sesama manusia dengan cara memperlihatkan rasa sayang dengan ucapan atau dengan perbuatan.”

Sudah terbukti dan menjadi contoh adalah rayuannya (ramah tamahnya) Rasulullah saw, bahwa beliau tidak pernah mencela makanan yang diberikan kepada dirinya. Beliau juga tidak pernah membentak atau memarahi khadamnya (pembantu), dan beliau tidak pernah memukul istrinya.

Dan yang disebut merayu adalah meninggalkan dunia karena untuk kepentingan agama.

Sedangkan bagusnya pertanyaan kepada para ulama, maksudnya pertanyaan yang bagus disertai dengan niat yang bersih dan memakai sopan santun, maka itu adalah setengahnya ilmu. Sebab ilmu itu akan hasil apabila dengan pertanyaan.

Serta bagusnya perhitungan, maksudnya menjalankan segala urusan dengan menetapkan atau mengetahui terhadap segala akibatnya, itu adalah setengahnya kehidupan. Artinya pekerjaan seseorang yang menjadikan sebab terhadap kehidupannnya.

Kesimpulannya adalah ada beberapa hal yang bisa diambil dan dijadikan teladan dari penjelasan di atas. Mudah-mudahan penjelasan di atas bisa membawa manfaat bagi kita di dunia dan di akhirat.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar