Pakailah Umur Kita Untuk Banyak Beramal Shaleh, Janganlah Berbuat Dosa

Umurnya orang mukmin itu seolah-olah modal hartanya, sehingga bakal jadi ada untungnya dan bakal ada ruginya dalam umur tersebut.

Siapa saja orang yang bisa mengolah modalnya (umurnya) di jalan yang bagus, maka orang tersebut termasuk kedalam orang yang berbahagia. Dan orang yang menyia-nyiakan modalnya, umurnya dipakai untuk pekerjaan yang batil dan gegabah, maka orang tersebut ada didalam kerugian.

Sebab umur yang dipakai bukan untuk melaksanakan tho’at itu tidak ada gantinya, dan tidak akan bisa balik lagi. Perkara yang dikerjakan dalam amal shaleh itu tidak ada harganya, saking mahalnya dan tidak bisa terganti.

Selagi kita hidup di alam dunia, kita harus bisa memanfaatkan umur kita yang hanya sedikit. Jangan sampai umur kita di dunia ini diisi dengan hal yang sia-sia, jangan sampai banyak melakukan dosa, sering melanggar perintah-Nya dan tidak melaksanakan perintah-Nya. Karena kalau kita berperilaku demikian, berarti kita sudah menyia-nyiakan hidup kita, dan akhirnya kita termasuk ke dalam golongan orang yang merugi.

Kita harus mengisi umur kita di dunia ini dengan banyak melakukan amal shaleh, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Di akhirat nanti kita semua akan dimintai pertanggungjawaban selama hidup di dunia. Kalau kita banyak melakukan amal shaleh kita akan dimasukkan ke dalam surga, dan kalau lebih banyak berbuat dosa maka akan dimasukkan ke dalam neraka.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus)