Janganlah Putus Asa Dari Rahmat Allah

Kita jangan berputus asa dari diterimanya amal, yang kita tidak menemui dalam amal tersebut hadirnya hati manteng (kuat) ke Allah swt, sebab terkadang diterimanya amal tidak ditemui buahnya, tegasnya cirinya diterima.

Kita jangan putus asa dari diterimanya amal, disebabkan belum menemukan (ditemui) cirinya amal diterima. Sebab terkadang ada suatu amal yang diterima Allah swt, tetapi tidak terlihat ciri-cirinya amal diterima.

Dan cirinya amal diterima yaitu dimana-mana kita menemukan buahnya amal, tegasnya kita jadi bertambah khusyu hatinya dalam menghadap Allah swt, terus merasa nikmat mengerjakan ibadah.

Tetapi kalau tidak ada ciri-cirinya kita tetap tidak boleh putus asa, intinya amal kita harus diteruskan dan berhusnudhan (berprasangka baik) kepada Allah swt. Sebab ada amal yang diterima oleh Allah swt, namun tidak terlihat ciri-cirinya.

Setiap amal yang kita lakukan harus dilakukan karena Allah, jangan sampai ada perasaan ingin dipuji, ingin terlihat oleh orang lain, atau ada perasaan takabur. Karena hal-hal demikian akan menjauhkan dari diterimanya amal kita.

Amal yang kita lakukan seharusnya tanpa ada embel-embel keduniaan, semuanya harus dilakukan secara ikhlas dan hanya mengharapkan ridha dari Allah swt.

Lakukanlah amal sebanyak mungkin dan sesuai dengan contoh yang telah diberikan Rasulullah saw, para sahabat dan para ulama. Jangan sampai melakukan amal yang tidak ada tuntunannya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus sembilan)