Mengapa Manusia Harus Merasa Diri Fakir dan Hina di Hadapan Allah

Terkadang kita menemui pemberian Allah yang bertambah-tambah ketika sedang mengalami kesulitan, yang tidak bisa ditemui ketika sedang puasa atau shalat. Dan macam-macam kesulitan (kebingungan) itu merupakan waktu yang luang (banyak/merasa cukup) pemberian dari Allah. bila kita ingin hati kita merasa cukup (kaya) dengan pemberian dari Allah, maka kita harus menyatakan sifat kefakiran dan banyak kesulitan, sebab adanya shadaqah merupakan haknya orang fakir dan miskin.

Pada dasarnya ketika kita mendapatkan kebingungan atau kesulitan, sebenarnya itu merupakan waktu datangnya macam-macam kenikmatan. Sebab banyak sekali pemberian dari Allah yang terasa oleh kita, yang bertambah-tambah ketika keadaan kita sedang sulit, sehingga ketika kita sedang puasa atau shalat kita tidak bisa menemukan hal yang bertambah tersebut (pemberian Allah).

Tetapi terkadang ketika keadaan kita sedang sulit, kenikmatan itu berdatangan. Maka datangnya bermacam-macam kesulitan itu merupakan waktu banyaknya pemberian dari Allah. Sehingga kalau kita ingin banyak diberi oleh Allah, kita harus menyatakan tentang kefakiran diri kita serta sanggup kedatangan kesulitan. Nantinya akan datang macam-macam cahaya kema’rifatan dari Allah, yang menjadikan segala keagungan.

Alasan kenapa harus menyatakan diri kita fakir adalah karena shadaqah itu merupakan hak nya orang-orang fakir. Kesimpulannya adalah bahwa kita jangan merasa bersedih atau putus asa apabila mendapatkan kesulitan, karena dalam kesulitan tersebut Allah akan memberi banyak sekali kenikmatan.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus tujuh puluh)