Mengapa Kita Jangan Senang Apabila Dipuji Oleh Orang Lain

Orang-orang yang senang dipuji itu adalah orang yang tertipu dan termasuk orang yang paling bodoh. Hal ini menjadi ciri dari tidak disenanginya oleh Allah, yaitu karena sudah meninggalkan keyakinan terhadap dirinya sendiri dan turut atau percaya terhadap sangkaan atau prasangka orang lain.

Yang dimaksud dengan keyakinan terhadap dirinya sendiri, yaitu bahwa dia sudah tahu tentang keadaan dirinya yang penuh dengan segala kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak senang apabila dipuji orang lain, sebab mereka tidak tahu kekurangan dan kelemahan diri kita.

Kita jangan menuruti orang lain dengan memuji diri sendiri, sebab diri sendiri tahu akan kekurangan. Apabila kita menuruti terhadap sangkaan orang lain dan meninggalkan keyakinan sendiri yang ada di diri kita, maka akan jadi orang yang paling bodoh. Yaitu seperti orang yang senang dipuji bahwa kotorannya wangi seperti parfum, padahal kita tahu bahwa kotoran itu baunya tidak enak.

Bila kita yakin bahwa kotoran iu bau, maka kita harus menyatakan bahwa bau. Jangan mengikuti omongan orang lain yang menyatakan kotoran kita itu wangi. Bila kita mengikuti omongan orang lain dan meninggalkan keyakinan sendiri, kemudian kita menyatakan bahwa kotoran kita itu wangi, maka kita itu termasuk orang yang paling bodoh.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus empat puluh satu)