Berhati-Hati Terhadap Pemberian Sesama Manusia

Pemberian dari sesama manusia itu sering menjadi penghalang, dan sesuatu yang  dilarang Allah itu jadi kebaikan.

Penjelasan : Disini akan dijelaskan tentang pentingnya zuhud dan bahayanya tidak zuhud bagi orang yang belum mencapai tahap ahli ma’rifat.

Pemberian dari makhluk kadang menyebabkan kerugian, yaitu terhalang untuk menghadap kepada Allah, terutama bagi orang yang tidak waspada. Kenapa sering menjadi penghalang, karena dalam pemberian itu mendapatkan keuntungan dan kesenangan yang bisa menyampaikan/mengantarkan terhadap keinginan nafsu, yang menjadi jalan terhadap matinya hati.

Dengan diberi oleh makhluk juga sering mengurangi martabat, sebab tangannya ada di bawah (pihak penerima), dan sering tidak ingat dari kesempurnaan martabat dan kepangkatan. Apalagi kalau sudah merasa enak dengan diberi, sehingga berani minta-minta.

Pemberian dari makhluk itu sering menjadikan condongnya hati menyimpan rasa cinta kepada makhluk. Sebab wataknya manusia itu sering mencintai terhadap orang yang membuat kebaikan, sehingga akhirnya jadi ‘abid nya kebaikan. Akhirnya dia menjadi tunduk dengan pemberiannya (sering diberi).

Untuk selamat dari bahaya pemberian, kita harus waspada dan harus ingat bahwa sebenar-benarnya yang memberi itu hakikatnya adalah Allah. Sedangkan yang berkaitan dengan makhluk hanya sekedar mensyukuri dan mendoakan.

Penghalang dari Allah sering menjadi kabaikan, artinya adalah karena sifat bahayanya atau tidak maslahat. Sehingga dengan dihalangi jadi selamat dan maslahat.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedelapan puluh tujuh)