Menjaga hati dari perkara yang merusak

Bagusnya macam-macam ‘amal itu jadi buahnya dari macam-macam ahwal, sedangkan bagusnya ahwal itu di tetapnya (diamnya) dari macam-macam tempat turunnya karunia.

Penjelasan : dalam hikmah yang ini penulis akan mendatangkan keterangan yang muwafaqoh dari maknanya yang menjadi lanjutan hikmah kesembilan, “bermacam-macamnya jenis ‘amal disebabkan macam-macamnya yang datang ke tingkah.”

Seterusnya kalau bagusnya ‘amal itu buahnya bagusnya ahwal, serta bagusnya ahwal itu dari nyatanya diam di tempat turunnya karunia. Dalam hikmah ini akan dikemukakan 3 bahasan yang sangat berikatan, dengan ikatan yang kuat, maka kita harus mengetahui terhadap ketiganya.

  1. ‘amal, yaitu robahnya jiwa, raga, badan
  2. Ahwal, berubahnya hati.
  3. Maqom, diamnya hati dengan tumaninah disebabkan datangnya macam-macam pemberian Allah.

Nah ini bagusnya ‘amal itu jadi buahnya dari ahwal, tegasnya itikadnya hati. Dan bagusnya ahwal itu dari diamnya hati dengan tumaninah, ada di tempat datangnya karunia Allah.

Hati yang kedatangan hujan karunia Allah swt bakal menimbulkan ahwal yang bagus. Dan dari ahwal yang bagus bakal menimbulkan ‘amal yang bagus, yaitu seperti tempat hujan itu menimbulkan terhadap bagusnya tanah, serta bagusnya tanah membuat tanaman menjadi bagus.

Kita harus bisa menjaga hati dari segala hal atau perkara yang merusak, karena kalau hati kita sehat maka akan sehat juga seluruh badan, dan sebaliknya. Perkara-perkara yang bisa merusak hati misalnya riya, ingin dipuji, takabur, dll

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (Hikmah keempat puluh tujuh)