Pengertian dan Contoh Ikhlas

Tingkah yang paling bagus untuk menghasilkan ikhlas yaitu dengan menyembunyikan kemasyhuran. Tegasnya kalau kita diberi keutamaan oleh Allah harus disembunyikan, sebab dengan disembunyikan akan menghasilkan tambah-tambahnya dan buah yang sempurna. Dan jauh dari sifat ingin dipuji yang menjadikan suul adab dan jauh dari riya, sehingga akan dekat dengan ikhlas dan tawadhu.

Kalau di misalkan seperti menanam biji-bijian, maka dengan dikuburnya akan sempurna sebab yang menimbulkan terhadap sempurnanya pohon. Sedangkan apabila tanam-tanaman tidak di kubur maka tidak akan sempurna serta dekat dengan bahayanya, bahkan sebelum jadi juga terkadang banyak yang menggigit (makan tanaman) atau kering terjemur.

Begitu juga dengan orang yang senang menonjolkan keutamaan dirinya, diperlihatkan keutamaannya supaya orang lain melihat, maka tidak akan tambah-tambah dan tidak akan sempurna, bahkan kadang-kadang hilang keutamaannya.

Firman Allah swt wamatsalu kalimatin toyyibatin kasajarotin asluha tsabitun wafar’uha fissamaai tu’  ti ukulahaa kulla hiinin, yaitu untuk menjadi contoh orang yang bertauhid, yang menancap di dalam hatinya, sehingga menimbulkan kepada macam-macam ‘amal yang bisa menghasilkan  macam-macam ganjaran, ibaratnya seperti satu pohon yang akarnya ngayab, sehingga pohonnya subur, daunnya hijau lebat, buahnya lebat sehingga bisa diambil (dipanen) manfaatnya setiap waktu.

Nah itu akibat menanam bijinya di dalam tanah, sehingga akarnya ngayab di dalam tanah, lalu menyebabkan pohon yang subur, buahnya lebat. Maka bagi orang yang sedang berusaha mendapatkan pangkat yang mulya, maka harus menyembunyikan kemulyaannya terus dipupuk dengan ikhlas dan khusyu, banyak munajat kepada Allah, maka lama kelamaan akan menimbulkan tambah-tambah serta buahnya yang sempurna.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (Hikmah Kesebelas)