Dalil yang berkaitan dengan buruknya perkataan bohong

Imam Turmudzi dan Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Jika pada seorang hamba berdusta sekali, maka malaikat menjauh daripadanya sejauh satu mil lantaran tidak tahan bau busuk kebohongan yang telah dilakukannya.”

Imam Hakim juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Cukup bagi seseorang untuk berkata bohong jika ia selalu menceritakan apa yang didengar. Dan cukup bagi seseorang untuk disebut batil, jika berkata, ‘Aku mengambil hakku sendiri dan tidak akan ada yang aku tinggalkan’.”

Imam Ahmad dan Abusy Syaikh juga telah meriwayatkannya sebagai berikut:

“Awas! Jangan sampai kamu berbohong, karena sesungguhnya bohong itu menjauhkan keimanan.”

Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan:

“Ancaman berat bagi orang yang bercerita lalu berbohong untuk mentertawakan orang-orang, maka ancaman berat baginya dan ancaman berat baginya.”

Rasulullah saw bersabda:

“Lima perkara yang tidak dapat ditebus dosanya yaitu syirik (mempersekutukan Allah dengan yang lain), membunuh orang tanpa ada hak hukum, kebohongan seorang mukmin, lari dari peperangan, sumpah palsu untuk mengambil hak orang lain tanpa dasar hukum.”

Sementara menurut riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang mengaku bermimpi padahal tidak mimpi, maka akan dibebani tugas untuk mengikat dua biji sair (gandum) dan ia tidak akan mampu mengerjakannya. Dan barang siapa yang mendengarkan pembicaraan suatu kaum yang tidak mau didengar olehnya, maka pada hari kiamat kedua telinganya akan diisi dengan cairan timah yang dituangkan padanya.”

Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang berkata keapda anak kecil, ‘Marilah kesini, ambillah ini untukmu’ kemudian tidak memberinya sesuatu maka termasuk suatu kebohongan.

Ibnu Hibban juga meriwayatkan sebuah hadis yang bersumber dari Aisyah r.a. berkata, “Tidak ada suatu akhlak yang paling dibenci oleh Rasulullah daripada berkata boohng. Jika beliau melihat seseorang mempunyai sifat bohong, maka ia akan membencinya, dan tidak akan pudar kebencian itu sehingga orang tersebut bertaubat.”