Inilah Perbedaan Antara Maksiyat Yang Timbul Dari Syahwat dan Takabur

Keterangan yang diterima oleh Sufyan ats Tsauri rhadiyallaahu ‘anhu, yaitu yang menjadi gurunya Imam Malik. Tiap-tiap maksiyat yang timbul dari syahwat, tegasnya dari sangat menginginkannya nafsu terhadap suatu perkara, maka itu bisa diharap-harap pengampunannya dari maksiyat tersebut.

Dan tiap-tiap maksiyat yang timbul dari takabur, yaitu mengaku-ngaku diri utama, maka tidak bisa diharap-harap pengampunannya maksiyat tersebut. Sebab sebenar-benarnya maksiyatnya iblis itu terbukti asalnya dari takabur.

Yaitu berprangka dengan prasangka yang salah, bahwa setan itu lebih bagus daripada Sayyidina Adam ‘alaihis salam. Dan juga karena terpelesetnya Nabi Adam itu bukti asalnya dari syahwat. Disebabkan keinginannya yang kuat ingin merasakan buah pohon syahwat yang dilarang untuk dimakan.

Siapa Saja Orang Yang Dimasukkan Ke Surga dan Ke Neraka Oleh Allah

Keterangan yang diterima dari ahli tapa, yaitu orang-orang yang menghitung hina terhadap dunia dan tidak tergoda oleh dunia, tetapi sering mencari dunia hanya sekedar untuk menjauhkan madharat, seperti tidak sampai lapar, jangan sampai anak istri tidak diberi makan, dan diberi rumah, serta tidak diberi baju.

Siapa saja orang yang berdosa dengan suatu dosa, tegasnya siapa saja orang menanggung suatu dosa sambil tertawa-tawa, maksudnya dia senang dalam melakukan dosa, maka sebenar-benarnya Allah bakal memasukkan orang tersebut ke dalam neraka sambil menangis. Sebab seharusnya orang yang berdosa itu harus merasa nelangsa dan istighfar kepada Allah karena dosanya.

Dan siapa saja orang yang tho’at kepada Allah sambil menangis berurai air mata, dikarenakan malu oleh Allah dan takut akan siksaan-Nya, karena merasa diri lalai dalam ketho’atannya, maka Allah swt akan memasukkan orang tersebut ke surga sambil tertawa (bahagia). Dengan bahagia yang sangat, karena hasil yang ditujunya adalah pengampunan Allah.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar