Hati Merupakan Tempat Kemunculan Cahaya

Disini akan dijelaskan tempat-tempat kemunculan cahaya, maksudnya tempat perkembangan cahaya, yaitu di dalam hati dan asror. Perlu diketahui bahwa sebenarnya rohani yang ada didalam jasmani memiliki beberapa sebutan, kadang disebut nafsu, kadang disebut akal, kadang disebut hati, roh, syir.

Nah pendapat ini kebanyakan dari golongan ahli tasawuf, yaitu bahwa sebenar-benarnya ruhani itu yang diam di dalam jasmani. Tegasnya bahwa jisim yang halus yang tidak diketahui kecuali oleh Allah swt.

Dimana-mana ketika terus-terusan melaksanakan keinginan rohani tanpa ada batas dari syara’ serta hanya mengikuti syahwatnya, maka itu sering disebut nafsu, maka cahaya itu akan terhalang.

Apabila rohani bisa diatur dan dikendalikan dengan patokan syara’ (agama), tapi masih sering condong ke ma’siyat (terkadang melakukan ma’siyat tapi terus bertaubat), serta bisa membedakan antara yang haq dan batil, maka hal ini sering disebut akal. Maka cahayanya akal ini berkedip-kedip.

Dimana sudah berhenti dari kema’siyatan, tapi masih sering bolak-balik dihinggapi ghoflah dan eling (ingat), atau sering berangan-angan ma’siyat dan tho’at, nah ini sering disebut qolbu. Maka rohani sedang mendiami (menjadi ) qolbu, ini menjadi tempat awal kemunculan cahaya.

Sehingga akan bersinar ke dalam hati macam-macam cahaya menghadap Allah, maka terus-terusan sering kedatangan cahaya yang menjadikan dekat kepada Allah. Akhirnya hatinya anteng (stabil) menghadap Allah, dan tumaninah dzikir kepada Allah. Nah ketika sedang tumaninah itu sering disebut roh. Dan dimana sudah bersih dari macam-macam kotoran aghyar, rohani itu sering disebut syir, yaitu tempat kemunculannya cahaya-cahaya musyahadah kepada Allah.

Dalam hikmah yang ini (diatas) sudah dijelaskan bahwa hati itu jadi tempat kemunculan cahaya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus empat puluh delapan)