Meminta tolong hanya kepada Allah, tidak ke makhluk

Kita jangan melaporkan kebutuhan kita kepada selain Allah. Allah lah yang mendatangkan kebutuhan itu ke kita. Maka bagaimana melaporkannya kepada selain Allah, terhadap perkara yang didatangkannya oleh Allah.

Penjelasan : sangat buruk sekali, tidak punya rasa malu, orang yang melaporkan (menghadap minta tolong) ke lain Allah untuk melaksanakan suatu kebutuhan. Padahal Allah swt yang mendatangkannya kebutuhan itu, untuk mendatangkannya laporan ke Allah.

Sehingga dijelaskan dalam hadist : dimana-mana Allah cinta kepada ‘abdinya, maka sering mendatangkan kebutuhan terhadap ‘abdi itu, untuk menghilangkan celaka, untuk melaksanakan yang diinginkan. Siapa saja orang yang ridho, tegasnya memasrahkan urusannya kepada Allah dibarengi dengan munajat dan tadorru’ serta meminta ke Allah, maka Allah ridho terhadap orang itu, artinya akan memberi apa yang dimintanya.

Sekarang apabila ada orang yang meminta dan melaporkan kepada selain Allah, itu berarti disebutnya kurang sopan, tidak punya rasa malu, maka Allah akan benci (tidak suka) dan tidak akan melaksanakan keinginan orang tersebut.

Dan perlu diketahui bahwa meminta kepada makhluk yang jelas dilarang, itu yang meninggalkan terhadap sifat ke ‘abdi an. Yaitu minta ke makhluk sambil dibarengan bersandar ke makhluk itu, serta lupa kepada Allah. Tegasnya Allah tidak diminta dan merasa yang memberinya itu bukan Allah.

Tetapi minta ke sesama makhluk dengan alasan untuk menjalankan sebab dan wasilah, dan tetap bersandar ke Allah dari keberhasilan maksudnya, sambil hatinya bertekad bahwa hakikatnya yang memberi itu Allah swt, maka hal seperti ini tidak apa-apa.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (Hikmah ketiga puluh sembilan)