Kenikmatan Sempurna Menurut Islam

Allah menutupi terhadap orang-orang sairiina lahu dan kepada orang-orang wasiliina ilaihi dari melihat macam-macam ‘amalnya yang dhohir. Dan menyaksikan dari macam-macam tingkahnya urusan hati.

Orang sairun belum bisa mengadakan kejujuran kepada Allah dari ‘amalnya itu. Sedangkan orang wasilun karena Allah sudah menghalangi dari macam-macam ‘amalnya karena musahadah kepada Allah.

Penjelasan : Allah swt sudah memberikan kenikmatan yang sempurna kepada dua golongan yaitu golongan sairiin dan golongan wasiliin. Dua golongan ini oleh Allah dibuat tidak melihat terhadap macam-macam ‘amalnya, yaitu yang mendatangkan rasa ‘ujub dan takabur terhadap ‘amalnya itu. Tetapi jalannya tidak melihat ini berbeda-beda.

Orang sairuun disebabkan mereka belum menyatakan terhadap kejujuran dihadapan Allah didalam ‘amalnya, disebabkan sairuun melihat kekurangan, belum bisa menghadirkan hatinya dihadapan Allah ketika mengerjakan ‘amalnya. Sehingga selamanya golongan ini mengawasi dirinya pada waktu melaksanakan ‘amalnya terhadap haqnya, dan didalam membersihkan tingkah hatinya.

Golongan wasiliin oleh Allah swt sudah disamarkan dari melihat ‘amal disebabkan mata hatinya dipakai musahadah kepada Allah swt, sehingga tidak ada waktu untuk melihat ‘amal.

Maka kedua golongan diatas sudah diberi kenikmatan dengan tidak melekatkan hati kepada ‘amal. Dan bedanya sairiin dengan wasiliin yaitu kalau wasiliin tidak melihat ‘amalnya dengan sadar, sedangkan sairiin tidak melihatnya itu dengan paksaan.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kelima puluh Sembilan)