Keutamaan dan Dahsyatnya Sedekah Dalam Islam

Sedekah memiliki keutamaan yang luar biasa, pahala dari Allah bagi orang yang bersedekah akan berlipat-lipat, selain itu akan membuat Allah mengampuni dosa manusia.

Di bawah ini kisah mengenai seorang hamba yang selalu melakukan dosa dalam setiap hidupnya, dan lagi dia merupakan seorang penyembah api (Majusi), tetapi dia diampuni oleh Allah karena sedekah yang diberikannya.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Al Mubarak pernah beribadah haji pada suatu tahun. Lalu dia berada di Hijir Ismail dan kemudian tertidur. Dia bermimpi bertemu Rasulullah. Rasul bersabda, ‘Jika engkau kembali ke Baghdad, masuklah di perkampungan Y dan carilah Bahram yang beragama Majusi. Bacakanlah salam dari aku kepadanya. Katakan padanya bahwa Allah ridha kepadanya.’

Abdullah terbangun dan mengucapkan Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil adhiim dan berfikir bahwa itu adalah mimpi dari setan.

Abdullah lalu berwudhu dan thawaf pada Ka’bah sepuasnya. Dia merasa mengantuk dan kemudian tertidur. Dan dia bermimpi hal yang sama sampai tiga kali.

Sedekah

Setelah selesai menunaikan ibadah haji Abdullah kembali ke Baghdad dan masuk ke perkampungan Y. Dia mencari rumah Bahram. Ternyata dia menemukan kakek-kakek yang sangat tua.

Abdullah bertanya, “Apakah engkau Bahram Majusi?” dia menjawab, “Ya.” Abdullah bertanya lagi, “Apakah engkau mempunyai amal kebaikan di sisi Allah?” dia menjawab, “Ya, aku telah menghutangkan kepada manusia hutangan baru yang ada di antara manusia.” Abdullah berkata di dalam hatinya bahwa ini adalah haram menurut Muhammad.

Abdullah bertanya, “Apakah engkau memiliki kebaikan yang lain?” dia berkata, “Ya. Aku mempunyai 4 orang anak perempuan dan 4 orang anak laki-laki. Lalu mengawinkan mereka dengan saudaranya sendiri.” Abdullah berkata, “Ini adalah haram.”

Abdullah bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki kebaikan selain itu?” dia berkata, “Ya. Pernah aku membuat suatu jamuan makan untuk orang-orang Majusi pada perkawinan anak-anakku dengan saudaranya sendiri.” Abdullah berkata, “Ini juga haram.”

Abdullah berkata, “Apakah engkau memiliki kebaikan selain itu?” dia berkata, “Ya, aku mempunyai seorang anak perempuan yang paling cantik di antara perempuan yang ada di daerah ini, sehingga aku tidak menemukan laki-laki yang sepadan dengannya. Maka aku kawini sendiri anakku itu. Aku membuat pesta malam itu, aku mengundang 100 orang Majusi dalam pesta itu.” Abdullah berkata, “Inipun haram , apakah engkau mempunyai kebaikan yang lain?”

Bahram menjawab, “Ya, pada suatu malam saat aku menggauli anak perempuanku di tempat tidur, datanglah seorang perempuan muslimah dari pemeluk agamamu minta api untuk menyalakan lampunya. Dinyalakanlah lampunya dan dia keluar tetapi lalu dipadamkannya lampu itu. Kemudian dia masuk kembali yang kedua kalinya, menyalakan lampu dan keluar. Kemudian dia memadamkannya lagi. Aku berkata dalam hati, ‘Mungkin perempuan ini mata-mata pencuri.’ Maka aku keluar mengikuti di belakangnya. Dia masuk ke dalam rumahnya dan aku lihat dia mempunyai 4 orang anak perempuan. Ketika dia masuk berkatalah anak-anaknya, ‘Hai ibu, apakah engkau datang dengan membawa sesuatu untuk kami. Karena kami sudah tidak kuat menahan lapar.’ Kedua mata perempuan itu mengalirkan air mata dan berkata pada mereka, ‘Aku merasa malu kepada Tuhanku jika harus meminta sesuatu dari seseorang selain Dia, dan minta hajat kepada seorang musuh Allah karena dia adalah seorang Majusi.”

Bahram berkata, “setelah aku mendengar kata-katanya itu kembalilah aku ke rumahku. Kuambil sebuah baki dan aku penuhi segala macam makanan. Lalu aku membawanya sendiri ke rumahnya dan aku berikan baki itu kepadanya. Bergembiralah dia.”

Abdullah bin Al Mubarak berkata, “Inilah kebaikan itu, bergembiralah engkau.” Lalu Abdullah mengabarkan berita gembira mengenai mimpinya dan menceritakan kepadanya.

Bahram berkata, “Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu.” Dia lalu jatuh tersungkur seketika itu dan meninggal dunia. Abdullah tidak beranjak dari rumah Bahram sehingga lebih dahulu memandikan, mengkafankan dan menshalatkannya.

Abdullah berkata, “Hai hamba-hamba Allah, berbuatlah dermawan menghadapi makhluk Allah. maka Allah akan merubah musuh-musuhmu menjadi para kekasih. Bagi-Nya kerjaan di bumi dan langit. Semoga Allah mengampuni kita dengan haknya Asma Allah yang paling agung, dan berkat kehormatan golongan para Nabi.”

Nabi Muhammad bersabda, “Apabila seorang dari kamu membuat baik Islamnya, maka setiap kebaikan yang dikerjakannya ditulis dengan 10 kali kelipatannya sampai 700 kali lipat, dan setiap kejahatan yang dikerjakannya ditulis semisalnya sehingga dia bertemu Allah azza wa jalla.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *